Jalan Emas

Akana.T
Chapter #22

Pintu yang Mulai Terbuka

Bab 22

Pintu yang Mulai Terbuka



Ada emas yang tetap terlihat indah meski bagian dalamnya mulai retak.

Kilau luarnya tidak berubah.

Warnanya masih sama.

Dan di etalase toko…

tak seorang pun langsung menyadari bahwa sesuatu di dalamnya sudah tidak lagi utuh.


Waktu kecil, aku berpikir keluarga hancur karena pertengkaran besar.

Aku baru mengerti kemudian…

beberapa rumah mulai runtuh bukan saat orang-orang saling membenci—

melainkan saat seseorang diam-diam mulai menghitung siapa yang harus disingkirkan lebih dulu.


Dan sejak hari itu…

aku mulai memahami bahwa keserakahan tidak selalu datang dengan suara keras.



---



Pagi itu rumah keluarga Liem kembali bergerak seperti biasa.

Suara rolling door toko bawah terdengar sejak subuh.

Tan Hwa sudah membuka toko lebih pagi dari biasanya. Dari arah bawah sesekali terdengar suaranya berbicara dengan pelanggan.

Normal.

Tenang.

Seolah tak ada apa pun yang berubah setelah malam panjang kemarin.


Di dapur, Ah Lian sedang menuang sup panas ke dalam mangkuk besar.

Aroma jahe memenuhi lorong rumah.


Sementara di kamar belakang, Jin Hao baru selesai menyusu.

Lin Yue mengusap pelan punggung bayinya sambil menatap kosong ke arah jendela.

Bayangan malam tadi kembali muncul di kepalanya.


Mei Lan.


Boneka beruang lusuh.


Tumpukan emas di atas meja.


“Tidak ada barang panas?” suara Tan Hwa masih jelas terngiang dalam ingatannya.


Tatapan Lin Yue turun perlahan pada wajah bayi kecil dalam pelukannya.


Jin Hao masih tertidur pulas.


Begitu kecil.


Begitu tenang.


Jantung Lin Yue berdetak pelan, namun gemuruh dalam dadanya memompa udara dingin ke seluruh aliran darahnya.

Selama Tan Hwa masih berdiri… semua orang di rumah itu akan tetap hidup di bawah bayangannya.

Toko emas.

Lemari besi.

Nama keluarga.

Semuanya tetap akan kembali pada Tan Hwa.

Dan suatu hari nanti… pada anak-anaknya, Kian Seng dan Mei Lan. Sedangkan Tan Bun tidak pernah ditempatkan dalam garis itu. Tak ada kepastian.

Di rumah itu, ada orang-orang yang bahkan tidak perlu meminta apa pun.

Kepercayaan datang sendiri kepada mereka.

Bahkan terhadap Kian Seng yang masih terlalu muda, orang-orang sudah mulai bicara tentang masa depannya seperti sesuatu yang sudah diputuskan.

Tapi sekarang ...

Lin Yue tahu sesuatu yang tidak diketahui banyak orang.

Lihat selengkapnya