Bab 60
Logam yang Tidak Bisa Dibersihkan
Ada pengrajin yang percaya bahwa semua logam bisa dimurnikan selama apinya cukup panas.
Bahwa kotoran pada akhirnya akan terpisah.
Bahwa noda bisa dihapus.
Bahwa setiap emas masih bisa dibuat kembali terlihat indah.
Namun seorang pengrajin tua pernah berkata bahwa ada sesuatu yang tidak pernah benar-benar hilang dari logam.
Jejak asalnya.
Karena sekeras apa pun manusia mencoba mencuci sebuah emas—
beberapa dosa tetap tertinggal di dalam apinya.
---
Ballroom Aurora Grand Hall kembali dipenuhi suara langkah kaki dan bisik-bisik yang semakin liar.
Para wartawan bergerak cepat mendekati area Celestia Jewellery, sementara beberapa tamu undangan mulai berdiri dari kursi mereka demi melihat lebih jelas apa yang sedang terjadi.
Untuk pertama kalinya malam itu—
arah perhatian ruangan benar-benar berubah.
Bukan lagi menuju Sentra Pengrajin Gresik.
Melainkan ke arah booth hitam mewah milik Celestia.
Lampu sorot putih masih menyinari display jewellery mereka dengan sempurna. Berlian, safir, dan emerald tetap berkilau indah di balik kaca antipeluru.
Namun kini kilauan itu terasa berbeda.
Terlalu dingin.
Terlalu tajam.
AKP Rudi melangkah mendekati area display dengan rahang sedikit menegang.
“Mohon pihak Celestia memberikan dokumen material untuk proses verifikasi.”
Salah satu staf Celestia tampak ragu sepersekian detik sebelum akhirnya bergerak cepat mengambil map dokumen dari meja administrasi.
Di sisi lain ballroom, Kok Wei tetap berdiri tenang.
Setidaknya dari luar.
Namun jauh di dalam dadanya, sesuatu mulai terasa tidak nyaman.
Karena seharusnya semua ini tidak terjadi.
Seharusnya pemeriksaan pertama menemukan batch ilegal pada koleksi Mei Lan.
Seharusnya.
Tatapannya bergerak cepat ke arah Jin Hao.
Pemuda itu berdiri diam di dekat runway dengan kedua tangan masuk ke saku celana. Ekspresinya tenang. Terlalu tenang.
Namun ketenangan itulah yang membuat Kok Wei merasa tidak benar-benar bisa membaca isi kepala anak itu.
Sementara itu pemeriksaan mulai berjalan.
Nomor batch dicocokkan.
Kode refinery diverifikasi.
Data supplier dibuka satu per satu.
Beberapa jewellery mulai diperiksa menggunakan portable analyzer.
Cahaya biru tipis kembali menyala menyapu permukaan emas.
Klik.
Bip.
Klik.
Ballroom kembali sunyi.
Lalu salah satu petugas mendadak mengernyit kecil sambil menatap layar alat di tangannya.
“Pak...”
AKP Rudi menoleh.
Petugas itu tampak ragu beberapa detik sebelum mendekat sambil menunjukkan hasil analisis pada layar kecil tabletnya.
“Komposisi impurity beberapa sampel tidak konsisten dengan dokumen batch yang dilampirkan.”
Rudi langsung mengerutkan alis.
“Maksudnya?”
Petugas itu kembali melihat data di layar.
“Kadar utamanya sesuai... tapi trace element antar sampelnya terlalu berbeda untuk material yang tercatat berasal dari jalur refining yang sama.”
Sunyi langsung jatuh ke seluruh ballroom.
Petugas lain yang memeriksa jewellery berbeda perlahan ikut mengangkat kepalanya.
“Pak... sampel yang ini juga menunjukkan pola serupa.”
Kini beberapa staf Celestia mulai saling berpandangan.
Tatapan AKP Rudi berubah semakin serius.
“Bisa dipastikan?”