Jalan Emas

Akana.T
Chapter #63

Rumah yang Mulai Terbakar dari Dalam

Bab 63

Rumah yang Mulai Terbakar dari Dalam


Emas selalu dianggap sebagai logam yang paling sulit dihancurkan.

Ia tidak mudah berkarat.

Tidak mudah lapuk.

Dan bahkan setelah bertahun-tahun terkubur di bawah tanah, kilaunya masih mampu bertahan.

Namun seorang pengrajin tua pernah berkata bahwa justru karena itulah emas sering menjadi tempat manusia menyimpan dosa paling lama.

Karena tidak seperti darah yang bisa mengering atau api yang akhirnya padam, keserakahan yang lahir dari emas sering bertahan jauh lebih lama daripada manusia yang menciptakannya.

Diam-diam tinggal di dalam rumah.

Di dalam keluarga.

Di dalam hati seseorang.

Sampai suatu hari semuanya mulai runtuh dari dalam.

___________________


Hujan masih turun tanpa henti di luar rumah keluarga Liem ketika Lin Yue melangkah masuk ke dalam kamar tidurnya dengan napas tidak beraturan. Tangannya gemetar saat ia menutup pintu cukup keras di belakang tubuhnya, sementara suara televisi di sudut ruangan terus menyiarkan kekacauan yang terjadi di Aurora Grand Hall dan investigasi besar terhadap Celestia. Suara reporter bercampur dengan bunyi hujan yang menghantam kaca jendela dan gelegar petir dari kejauhan, tetapi Lin Yue seperti tidak benar-benar mendengar apa pun selain suara degup jantungnya sendiri.


Pandangannya hanya tertuju pada lemari besar di sudut kamar.


Dengan langkah tergesa, ia membuka panel tersembunyi yang terletak di balik dinding dalam lemari bajunya. Tangannya bergerak mengeluarkan koper dari dalamnya.

Begitu koper itu terbuka, napas Lin Yue langsung terasa sesak.


Di dalamnya masih tersimpan beberapa batangan emas duplikat dengan nomor seri yang identik dengan barang bukti kasus pencurian lima belas tahun lalu. Di bawahnya terdapat tumpukan dokumen lama yang mulai menguning dimakan usia—laporan pengujian kadar logam, salinan transaksi gudang, surat pengiriman batch emas, dan sebuah map cokelat berisi hasil laboratorium yang tidak pernah sampai ke tangan polisi.

Dari televisi, suara reporter kembali terdengar nyaring.


“Pemilik Celestia, Kok Wei, dikabarkan bersedia bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus penyelundupan dan manipulasi emas ilegal…”

Tangan Lin Yue mulai bergetar semakin hebat saat ia membalik lembar demi lembar dokumen itu dengan napas pendek dan tidak stabil.



Seluruh isi koper itu adalah sisa-sisa dosa lama yang selama ini mereka sembunyikan demi menghancurkan Tan Hwa dan merebut semua yang dimilikinya. Sekaligus merupakan senjata rahasia yang akan ia gunakan untuk menghadapi Kok Wei. Tapi.. apa yang baru saja ia dengar dari televisi? Kok Wei akan bekerja sama dengan polisi untuk mengungkapkan semuanya...


Degup jantung Lin Yue langsung menghantam dadanya begitu keras hingga terasa nyeri. Ia memejamkan mata sambil mencengkeram bagian depan bajunya sendiri, seolah berusaha menahan sesuatu yang perlahan mulai runtuh di dalam dirinya.


Tidak.


Kok Wei tidak boleh bicara.


Tidak boleh ada siapa pun yang tahu.


Suara reporter kembali terdengar dari televisi.


“Kami baru saja menerima informasi terbaru dari lokasi kejadian…”


Lin Yue perlahan mengangkat kepalanya menatap layar televisi.


Dan dalam detik berikutnya, wajahnya langsung memucat.


Rekaman langsung dari depan Aurora Grand Hall memenuhi layar kaca itu. Lampu ambulans dan mobil polisi menyala merah biru di tengah hujan malam, sementara orang-orang berteriak panik di sekitar lokasi tabrakan. Kamera kemudian menyorot sosok Jin Hao yang berlutut di tengah jalan sambil memeluk tubuh Tan Bun yang sudah bersimbah darah.


Tangis pemuda itu terdengar begitu hancur hingga membuat dada Lin Yue terasa seperti diremas dari dalam.


“Pa… bangun… Pa…”


Lin Yue refleks menutup mulutnya sendiri dengan tangan gemetar. Matanya membelalak tidak percaya melihat tubuh Tan Bun yang sudah tidak bergerak di pelukan anak mereka.


“Tidak…”

Lihat selengkapnya