Jalan Hidup

Oleh: Fahmi Idris

Blurb

Lumat Papatong tumbuh dalam keluarga sederhana yang perlahan runtuh setelah ayahnya kehilangan pekerjaan. Sang ayah berubah menjadi lelaki pemarah, gemar mabuk, berjudi, dan melakukan kekerasan terhadap ibu. Tragedi semakin dalam ketika adik Lumat, Azka, meninggal akibat perbuatannya. Sejak saat itu, rumah yang dahulu menjadi tempat berlindung berubah menjadi sumber luka bagi Lumat.

Bertahun-tahun kemudian, Lumat yang telah lama hidup dan bekerja di sebuah warnet terpaksa kembali berhadapan dengan ayahnya yang sakit keras dan membutuhkan biaya cuci darah. Ibunya justru pergi dan meninggalkan amanat agar Lumat merawat suaminya. Terdesak kebutuhan, Lumat menerima tawaran sahabat masa kecilnya, Firman, untuk mempelajari social engineering dan terjun ke dunia judi online.

Uang yang awalnya ia cari demi pengobatan ayah perlahan mengubah hidupnya. Lumat menjadi semakin mahir mengeksploitasi kelemahan manusia melalui internet. Keberhasilan membuatnya mendapatkan uang, membeli motor impiannya, merawat ayahnya, bahkan mendapatkan kembali rumah keluarganya. Namun, semakin jauh ia masuk ke dunia kejahatan digital, semakin besar pula harga yang harus dibayarnya.

Di tengah perjalanan itu, masa lalu Lumat kembali menghantuinya. Orang-orang yang pernah mengisi hidupnya satu demi satu menghilang. Persahabatan, keluarga, keyakinan, ambisi, dan rasa bersalah bercampur menjadi satu. Dari seorang anak yang hanya ingin menyelamatkan ayahnya, Lumat perlahan berubah menjadi seseorang yang mulai menikmati kemampuan dan kekuasaan yang diperolehnya dari dunia gelap.

Pada akhirnya, jalan yang dipilih Lumat membawanya pada konsekuensi yang tidak dapat ia hindari. Ia harus berhadapan dengan kehilangan terbesar dalam hidupnya sekaligus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya. Setelah bertahun-tahun berusaha mengendalikan nasibnya sendiri, Lumat akhirnya dipaksa menerima bahwa ada jalan hidup yang tidak dapat ia ubah, hanya dapat ia jalani sampai akhir.

Lihat selengkapnya