Jalan Lain Menuju Pulang

Galih Priatna
Chapter #1

Sel

Bau itu yang pertama kali memukulku.

Bukan pukulan di tubuh. Bukan pula bentakan. Tapi bau.

Pengap. Asam. Menempel di dinding dan lantai yang lembap, melebihi bau kamar bujang yang sempit, yang sudah terlalu lama tidak pernah dibersihkan.

Bau itu yang pertama kali menyadarkanku bahwa aku sudah jatuh terlalu jauh.

Aku berdiri beberapa detik di ambang pintu sel, tanpa bergerak. Tubuhku sendiri seperti menolak untuk melangkah.

Hari ketiga, dan mereka masih belum puas. Beberapa waktu lalu aku kembali dipanggil ke ruangan yang sama, ruangan berukuran tiga kali empat tanpa ventilasi, ditanya dengan pertanyaan yang sama dan aku menjawab dengan jawaban yang sama pula. Tidak berubah. Tidak bergeming.

Kesabaran mereka mulai menipis. Emosi terpancing. Suara petugas Polisi itu meninggi. Menekan. Bahkan sesekali juga mengancam. Di pemeriksaan hari ketiga ini, beberapa sentuhan yang tidak bisa dibilang pelan mendarat di perut dan ulu hatiku. Meninggalkan rasa yang menetap semalaman.

Lihat selengkapnya