Jalan Lain Menuju Pulang

Galih Priatna
Chapter #17

Aktor Tanpa Peran

Kubuka grup WA Remote Global.

Pesan-pesan baru bermunculan sejak tadi pagi. Satu per satu kubaca.

Beberapa anggota mengirim tangkapan layar mobile banking. Angka-angka hijau yang menandakan uang masuk. Ada yang memotret layar ATM, menunjukkan saldo dengan nominal yang membuatku berdecak. Ada juga yang memegang segepok uang, lembaran seratus ribu dan lima puluh ribu yang dirapikan seperti kipas di tangan mereka.

“Alhamdulillah, profit hari ini cair.”

“Terima kasih, Admin. Sangat membantu.”

“Baru join seminggu, sudah balik modal.”

Kalimat-kalimat itu sederhana. Tidak panjang. Tapi cukup untuk membuat sesuatu di dalam dadaku bergerak. Perasaanku bercampur. Antara takjub, iri, dan harap yang pelan-pelan tumbuh semakin jelas bentuknya.

Mungkin ini benar. Mungkin ini memang jalan keluar.

Kuletakkan HP di samping laptop. Aku menatap layar di depanku. Energi itu seperti kembali.

Sudah hampir tiga bulan aku duduk di ruangan ini, tanpa benar-benar memiliki pekerjaan. Hari-hariku berlalu dalam sunyi yang panjang. Satu-satunya hal yang pernah kulakukan hanyalah merapikan arsip lama, itu pun atas inisiatifku sendiri, bukan karena ada yang memintanya.

Selebihnya, hanya duduk. Menunggu sesuatu yang tidak pernah datang.

Aku sudah mulai tidak peduli.

Panggungku sudah dirubuhkan entah oleh siapa. Dan kini, akan kubuat panggungku sendiri. Kan kunyalakan Spotlight-ku sendiri.

Kuklik file itu.  

NOVELKU

File itu terbuka. Kugeser kursor ke bawah. Halaman terakhir yang kutulis muncul di layar. Kursor berkedip di sana, sabar, seolah tidak pernah meninggalkanku.

Bab lima sudah selesai. Kini waktunya masuk ke Bab enam.

Lihat selengkapnya