Dia lelaki dengan prinsip tegas. Sejak aku mengenalnya di terang-terangan tidak suka dengan budaya jawa. Padahal jawa dan sunda itu bersebelahan. Barat dan Timur. Ia percaya dengan cerita strategi Gajah Mada dalam penaklukan Sunda; Di sisi lain aku menganggap cerita buatan penjajahan Belanda untuk mengadu domba dua suku satu pulau: Jawa di satu sisi, Sunda di sisi lainnya. Celakanya strategi itu berhasil di beberapa kesempatan.
Dia, Asep, merujuk pada Perang Bubat. Perang Bubat mengacu pada sosok Gajah Mada. Panglima Majapahit itu
Perseteruan Jawa vs Sunda ini terbawa hingga abad modern ini. Pada 2018, Gubernur tiga wilayah di Pulau Jawa mengadakan rekonsiliasi. Mereka sepakat mengganti nama jalan arteri.
Anehnya perseteruan ini juga merembet hal-hal yang bersifat budaya. Misalnya wayang. Walau ada perbedaan jumlah punakawan tapi sama-sama ada pembantu ksatria utama. Dalam bahasa pun berbeda. Sega dan sego. Sunda dan Jawa. A dan O.
Persoalan Jawa vs Sunda ini bersumber di naskah kuno: Kidung Sunda. Kidung ini oleh beberapa tokoh unik. Kata lain untuk masuk kategori aneh. Naskah ini dibuat di Bali dan membela Sunda. Kebanyakan pakar arkeologi yang menyodorkannya berasal dari Belanda.
Memang, disisi lain kejadian itu ada di Pararaton dan Negarakertagama, tapi hanya sekelumit kisah.