Jampi Penari

Anggoro Gunawan
Chapter #22

Shalat Jumat

Baju koko putih itu tergantung di balik pintu. Lik Dalan meraihnya. Gerakannya sigap. Hari itu hari Jumat dan matahari di atas Central Java mulai meninggi.

Aku harus bersiap lebih awal. Tubuhku tidak lagi mematuhi perintah otak dengan cepat. Langkahku tertatih, lebih lambat dari anak kecil berumur lima tahun. Tapi aku tidak mengeluh. Seorang lelaki harus tahu batas kemampuannya dan berjalan di dalam batas itu.

Pukul sebelas lewat lima belas aku sudah sampai di rumahnya.

"Wih, rajin banget," kata Lik Dalan. Dia tidak melihatku. Dia berjalan ke kamar mandi. "Memangnya mau dapat pahala seperti berkorban onta?"

Aku tidak menjawab. Dia tahu alasannya. Dia mengambil handuk hijau lumut yang sudah kumal dari paku di dinding.

Lihat selengkapnya