Triska terkejut dengan apa yang ia dengar dari ucapan kakaknya, ia menatap kakaknya penuh arti dan melepaskan genggaman tangan kakaknya darinya.
“Apa maksud Kakak? Janda? Apa Kakak mau bilang bahwa Kakak adalah seorang janda?” tanya Triska dengan penuh heboh tak percaya.
“Kecilkan suaramu, Kakak akan jelasin saat kita tiba dirumah nanti, untuk sekarang kita makan dulu,” ujar Nilam berusaha tenang.
“Tapi Kak, kenapa Kakak baru seka-“
“Triska!” bentak Nilam pada adiknya.
Triska langsung terdiam dan mengikuti perintah kakaknya. Mereka pun makan di cafe itu dengan tenang dan penuh sunyi, terlihat di wajah Triska masih penuh tak percaya sambil sesekali menatap kakaknya.
Malam harinya, setelah hari yang melelahkan bagi dua kakak beradik itu pergi ke Tanah Abang untuk membeli ponsel adiknya, Nilam terlihat ragu-ragu untuk masuk ke kamar adiknya, ia tak tahu harus mulai dari mana untuk menjelaskan tentang apa yang telah ia katakan pada adiknya saat mereka makan di sebuah cafe di Tanah Abang. Nilam yang semakin pusing memikirkan masalah itu pun tanpa pikir panjang langsung masuk begitu saja kedalam kamar adiknya itu tanpa mengetuk pintu. Nilam cukup dibuat terkejut saat masuk kedalam kamar adiknya itu karena saat ia masuk ia mendapati adiknya sedang berganti pakaian tidur.
“Kaa ... itukan pakaian dalam Kakak?” ucap Nilam pada adiknya sambil menunjuk ke arah pakaian dalam yang sedang dikenakan oleh adiknya itu.
“Untung aja Aku udah biasa karena Kakak emang gak pernah ketuk pintu dulu sebelum masuk kamar Aku, emangnya kenapa kalau ini pakaian dalam Kakak? Kitakan saudara kandung, jadi gak apa-apa kan,” ujar Triska menjawab kakaknya itu yang memakai pakaian tidur setengah terbuka itu.
“Iya sih kita saudara kandung, tapi bukannya ukuran pakaian dalam kita beda ya, perasaan punya Kakak lebih gede dari kamu,” ucap Nilam menanggapi adiknya.
“Lihat aja nih ... pas kan,” ucap Triska pada kakaknya sambil memperlihatkan pakaian dalam yang ia kenakan.
“Kok bisa pas ya? Kayaknya pertumbuhanmu agak cepet ya,” ucap Nilam.
“Hehehe ... Kakak aja yang gak pernah merhatiin, ngomong-ngomong baju tidur Kakak boleh juga,” saut Triska menggoda kakaknya.
“Ini kan baju yang kita beli tadi siang,” ucap Nilam pada adiknya.