Blurb
Jangan jawab jika dia memanggil namamu.
Itulah aturan pertama yang Bram temukan di rumah peninggalan kakeknya, Mbah Karso, yang baru saja meninggal secara mengenaskan di tengah sawah.
Kedua telinga Mbah Karso ditemukan robek parah.
Bram menganggap semua itu hanya takhayul desa. Sampai tengah malam, dari balik jendela kamarnya, terdengar suara yang sangat dikenalnya.
"Bram... Le... Kakek kedinginan di luar..."
Masalahnya, Mbah Karso sudah dikuburkan pagi tadi.
Sejak malam itu, Bram mulai mendengar namanya dipanggil dari tempat-tempat yang seharusnya kosong. Suara kakeknya. Suara ibunya. Bahkan suara orang-orang yang paling dia percaya.
Menurut Sekar, gadis yang diam-diam berusaha menyelamatkannya, Bram sedang diburu Si Pangeram—makhluk kuno penghuni sawah Karang Gantungan yang hanya membutuhkan satu hal untuk mengambil seseorang:
Jawaban.
Sekali Bram menyahut, tidak ada jalan untuk kembali.
Dan semakin malam, suara itu semakin dekat.
Karena di Desa Karang Gantungan, terkadang suara yang memanggil namamu bukanlah seseorang yang ingin menemukanmu.
Melainkan sesuatu yang ingin membawamu pulang.