Bagi perempuan, dapur adalah segalanya. Tempat menangis, ketika seluruh keluarga sedang bersenda gurau di ruang tamu. Tempat menari, bahkan ketika tiada musik yang mengalun. Tempat berpikir, ketika orang-orang sedang lelap dalam mimpi.
Dapur adalah segalanya. Perempuan bisa menangis dengan bebas tanpa takut ketahuan. Kami hanya perlu berkata, “Akibat mengiris bawang.”
Bahkan menari menjadi hal paling mungkin kami lakukan sendiri, cukup mengucapkan bahwa lantai berminyak dan kami nyaris terpeleset.