Janji Allah~Novel~

Herman Siem
Chapter #11

Part #11

Jawaban Terbaik Dari Allah

Hamparan biru lautan begitu tenang sekali, riak ombaknya serasa kecil penuh sentuhan hangat tangan Sang Pencipta Yang Tiada TaraNya. Tentunya juga langit menyambut dengan sapaan penuh senyuman riang cerah, lihat saja awan putihnya bergulir seraya mengajak menari penuh keharmonisan.

Burung-burung berterbangan mengepakan dua sayap kembarnya bermain di atas riaknya ombak kecil, terkadang meleset cepat dengan siap-siap patuknya memangsa ikan-ikan yang tentu saja menjadi makan siangnya. Semakin sempurna, semakin takjub akan keindahan alam yang saat ini ada di hadapan mata, bagi siapa yang menatapnya, bila sepatutnya kita harus bersyukur dengan segalanya pada Sang Pencipta, yang telah menciptkaan segala untuk kita nikmati bersama.

Sementara di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya banyak bersandar kapal cargo besar bersandar. Aneka macam nama kapal berada di punggung sisi kanan kiri, besar kecil bentuk dan bobot serta modelnya hampir memenuhi bermain permukaan riak biru ombak membuat sesak pelabuhan Tanjung Perak.

Pelabuhan Tanjuk Perak, Surabaya merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia, berfungsi sebagai kolektor dan distributor barang dari dan ke kawasan Timur Indonesia dan Luar Negeri. Siang itu sungguh sibuk sekali para pekerja sedang bongkar muat dengan di bantu alat modern mengangkat container dengan Container crane mobile untuk di masukkan kedalam kapal cargo.

Berdiri sangat tegap dengan tubuhnya sangat tinggi pastinya berwajah tampan sekali dengan pakaian seragam putih-putih lengkap bertopi putih juga. Tidak setegap dan segagah seragam putih yang di pakai Hasan, sebagai kapten dari kapal cargo dari salah satu perusahaan swasta. Serasa tidak percaya diri karena terbalut kesedihan ketika dua matanya berkali-kali terus perhatikan layar ponsel pintarnya, tetap saja terlihat di foto seorang wanita berpelukan mesra dengan lelaki lain.

Tapi lagi-lagi jempol tangan kirinya menscrol lagi dengan sapuan halus layar bergerak, terlihat lagi foto Nisa, calon istrinya yang tidak setia menunggu. Kini Nisa berpaling dari Hasan, karena mungkin saja Nisa tidak bisa menahan kepulangan Hasan sebagai seorang peluat. Hampir saja tetesan derai air mata jatuh membasahai wajah tampannya, tapi dirinya yakin bila semua ini adalah jawaban dari Allah, yang mungkin saja terbaik untuknya.

"Mungkin ini jawaban terbaik dari, Allah" guman dalam hatinya Hasan berusaha dirinya di tegarkan untuk menahan kesedihan yang di tinggalkan gadis impian tidak jadi akan segera di nikahinya. Tapi semua itu kini hanya kenangan pahit, pastinya akan selalu membekas dalam hatinya, walau dirinya seorang kapten kapal di mana dirinya bertanggung jawab penuh atas keselamatan semua penumpang dan kapal yang di nikakodahinya, tetap saja hatinya tidak bisa menahan kesedihan karena hantaman ombak besar lauatan.

"Aku harus berusaha menerima kenyataan pahit ini. Walau berkali-kali aku yakinkan Nisa agar bersabar menunggu kepulanganku dari melaut, tapi nyatanya kesetiaan itu telah menghancurkan kesabaran hati Nisa yang terus di hantam oleh gelombang lautan" guman lagi Hasan sesaat perhatikan Nisa dalam pelukan lelaki lain di layar ponsel, dengan tekad hatinya sekejab foto tersebut hilang dari pandangan dua matanya, ketika di hapus.

"Mungkin Allah lebih tahu dan lebih melihat dari segalaNya tentang apa yang menjadi kehendakNya. Aku yakin bila semua ini sudah menjadi jalannya Allah. Bila suatu hari nanti aku akan di pertemukan lagi dengan gadis lain. Yang mungkin saja itu gadis yang terbaik buatku dan aku berharap itu adalah pilihan Allah. Karena aku yakin, bila saat ini Allah sedang menyentuh hatiku, agar aku selalu bersabar dan tetap selalu mengingat padaNya. Karena aku yakin, janjiNya pasti akan selalu di tepatiNya" makin tersenyum terumbar di wajahnya Hasan, semakin ada keyakinan dalam dirinya akan selalu semakin dekat pada Allah.

Sementara di sisi lain, di ruangan kerja yang cukup lumayan besar. Banyak terlihat pajangan foto Ka'bah serta Masjidil Haram terpampang di dinding tembok. Kursi meja tampak begitu tertata rapi, begitu juga failing kabinet berdiri berjajar rapi pastinya tersimpan dokumen penting di dalamnya.

Jendela terbuka tirainya, dua mata berdiri di depan jendela perhatikan langit di luar sangat cerah sekali. Tapi lagi-lagi tidak secerah hati perasaan Ricky, hanya senyuam tapi tidak pasti sama dengan hati dan pikirannya. Pastinya senyumanya itu hanya untuk mengalihkan pikirannya saja yang sedang sedih, lirikan mata kirinya melirik sepasang kursi dan meja yang begitu sangat exclusive.

PT Alip Tour & Travel, itulah adalah nama perusahan milik Hasan, di mana berkecimpung pada perjalan haji dan umroh. Salahnya kenapa dirinya tidak memberitahukan pada Sabrina, tentang pekerjaan yang selama ini telah di rintisnya dan kini telah maju berkembang pesat. Tapi masih ada yang kurang dalam dirinya Ricky, itu yang semakin bikin keraguan dari relung hati terdalam Sabrina.

"Salahnya aku kenapa bodohnya aku ndak kasih tahu Sabrina yang sebenarnya. Pantas saja Sabrina selalu ragu dan curiga dengan aku" terdiam merasa berasa bersalah Ricky sudah terduduk di kursi, itu menandakan dirinya sebagai owner pemilik dari PT Alip Tour & Travel. Tapi ganjalan keraguan mulai terjawab dari raut wajahnya Ricky, kenapa Sabrina makin mengumbar keraguan pada dirinya.

Wajahnya semakin sendu, makin serasa tidak berdaya untuk di ajak lagi tersenyum dan pastinya kini juga hatinya semakin sedih. "Maaf'kan aku, Sab. Bila saat ini kamu tahu pekerjaanku saat ini yang sesungguhnya, pasti kamu akan sangat bangga sekali padaku. Tapi nyatanya karena kebodohanku juga selalu melupakan nikmatNya semakin membuat kamu jadi semakin ragu dengan segala yang aku miliki saat ini. Tapi inilah yang sesungguhnya, inilah usaha yang aku rintis sekarang" guman penuh kesalahan bercampur sesal menggelayuti wajah dan hatinya Ricky.

"Tok, tok, tok ..." suara ketukan pintu dari luar. Cepat kesedihan di sembunyikan dari wajahnya dan Ricky beranjak bangun berdiri masih di belakang meja. "Ya masuk" sahut Ricky melirik pintu terbuka, masuk seorang wanita berhijab membawa map mungkin saja itu berisi dokumen yang akan segera di tanda tangai Ricky.

Lihat selengkapnya