Janji Allah~Novel~

Herman Siem
Chapter #28

Part #28

Dia Lebih Disayang Allah

"Pakai saja ini. Rasanya ukuran pakaian abaya ini pas dan cocok untukmu, Sabrina" rada memaksa dua tangan Yakop menyodorkan pakaian abaya berwarna merah tua, lengkap dengan kerudung hitam di depan dada Sabrina hanya diam perhatikan saja.

Rasa ragu Sabrina tidak ingin menerima pakaian abaya pemberian Yakop, pastinya itu adalah milik almarhumah anaknya dan mungkin saja sudah terlalu lama di simpan Yakop sebagai kenang-kenangan.

"Tapi'kan, abaya ini milik anak, Pak Yakop?" tidak enak hatinya Sabrina menolak halus kebaikan Yakop tetap dua tangannya menyodorkan pakaian abaya. Cepat abaya di ambil dua tangan tangan Sabrina hanya untuk membuat Yakop tersenyum saja. Sepintas wajah Yakop tersenyum tapi malahan ada rasa tidak enak ketika abaya dalam pelukan Sabrina sudah kotor dan kucel.

"Ndak apa-apa kok, Pak. Ini masih bisa saya cuci dan palingan cepat kering. Kan' di sini lumayan panas cuacanya" mulai sedikit tersenyum Yakop saat Sabrina meyakinkan dirinya, makin tersenyum Yakop ketika melihat Sabrina juga tersenyum akan memakai abaya.

"Ya sudah. Abaya ini saya pakai. Nanti kalau saya ada rejeki, pasti saya akan ganti abaya ini dengan jauh yang lebih bagus" mungkin Sabrina berpura-pura senang menerima kebaikan dan ketulusan Yakop sontak malahan terduduk lemas di kursi yang empat kakinya tidak terlalu tinggi. Lihat saja dua kaki Yakop terlihat menyilang dan menyentuh lantai.

Pandangannya melihat sekitar ruangan tengah, yang setengah di gunakan untuk berdagang pernak-pernik dan acesoris Jamaah. Walau Yakop juru masak di kapal, dirinya tetap menabung untuk hari tuanya. Hasil dari tabungan, dirinya sampai bisa membeli rumah di sekitar Pasar Jafariyah, letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram, hanya satu kilo meter saja.

Tapi selama berapa bulan ini, toko miliknya tutup. Karena dirinya harus melaut, merasa tidak enak juga dengan kebaikan dan andilnya Hasan sedikit banyak susah membantu Yakop. Walau terbesit hatinya tidak ingin jadi juru masak di kapal, dirinya ingin sekali hanya menjaga tokonya. Dulu pernah ada pegawai toko, tapi karena tidak jujur terpaksa di berhentikan Yakop.

"Kamar mandinya ada di sana" sambil terduduk telunjuk jari tangan kanan Yakop menunjuk arah lorong jalan kecil bersekatan kamar. Sabrina tahu, Yakop lagi-lagi sedang duduk termenung maka dirinya tidak mau banyak bertanya pada Yakop. Langkah jalan Sabrina kelorong jalan menuju kamar mandi juga tidak di perhatikan Yakop. Dirinya hanya terduduk diam serasa makin merindu sedih dengan almarhumah anak dan istrinya yang telah tiada.

Kawasan Pasar Jafariyah hadir sebagai pengganti Pasar Seng, dulunya juga tidak kalah terkenal dengan Pasar Jafariyah sekarang ini lokasinya hanya sekitar satu kilometer sebelah timur Masjidil Haram. Umumnya bangunan di Pasar Jafariyah terdiri atas satu lantai, namun dilengkapi lorong-lorong memanjang. Dengan desain datar tentu akan membuat pasar terlihat terkesan luas.

Keunikan Pasar Jafariyah, adalah sistem pembeliannya di mana pembeli dapat memperoleh barang secara grosir. Harga grosir akan lebih murah daripada membeli barang satuan. Hal itulah yang membuatnya mirip sekali dengan Pasar Tanah Abang, yang ada di Jakarta. Dan kebanyakan juga para pedagang di Pasar Jafariyah bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Ya, karena juga banyak Jamaah dari Indonesia yang berbelanja pernak-pernik dan acesoris setelah mereka melaksanakan niat hajinya.

Kebeteluan sekali malam itu kian menyelimuti gelap areal Pasar Jafariyah, tidak nampak dan ada transaksi jual dan beli. Biasanya di siang hari sangat ramai sekali, sampai jalan saja berdesak-desakan saking ingin membeli oleh-oleh khas Ma'kah untuk sanak keluarga di kampung halaman.

"Toko Nur" tampak terpampang nama toko terbuat dari papan lebar di atas toko menyatu dengan rumah. Papan penutup tokonya berwarna hijau, dengan di sisi kanannya ada daun pintu sebagai penyerta masuk kedalam rumah. Penerangan lampu di setiap toko makin menambah suasana terang namun sepi, hanya serpian debu berterbangan karena terhempas semilir angin malam.

Lihat selengkapnya