Janji Allah~Novel~

Herman Siem
Chapter #29

Part #29

Yakin, Bila Allah Menepati Janjinya

"Saat berada di atas kapal, Kapten Hasan sudah bercerita banyak tentangmu, Sabrina. Segitu besar dan nekat sekali kamu, sampai-sampai kau datang kesini hanya untuk memenuhi janjinya, Allah. Yakin'lah Sabrina, bila Allah akan menepati Janjinya" tetap saja pandangan dua mata Yakop masih perhatikan Sabrina berdiri perhatikan pajangan aneka macam mukenah ada dalam etalase.

Beranjak bangun Yakop serasa dua matanya semakin puas melihat Sabrina, yang sangat mirip dengan Nur, anaknya. Serasa ikhlas hati dan bahtin melihat keberadaan Sabrina, walau tentu pastinya Nur, anaknya tetap tidak bisa tergantikan sampai kapanpun atau dengan siapapun.

"Tidak semudah membalikan telapak tangan, Pak. Walau saat ini saya merasa dekat sekali dengan Rumah Allah, tapi terasa langkah ini terasa berat dan jauh sekali. Semua surat-surat dan dokumen penting saya sudah buang kelaut" kini malahan gantian Sabrina yang terlihat putus asa, lihat saja wajahnya spontan layu seperti tanaman berapa hari tidak di sirami air.

"Saran saya kamu tinggal saja di sini dulu, Sab. Sembari saya menghubungi seseorang teman yang bekerja di Kedutaan Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi. Ya, kamu bisa bantu-bantu saya buka toko ini. Kasihan toko ini, sudah jarang di buka. Padahal banyak sekali langganan dari Jamaah Indonesia" langkah kaki Yakop mengajaknya berjalan, sepertinya dua matanya mulai mengajak untuk segera di pejamkan. Benar saja berapa kali mulut Yakop menguap, tandanya kantuk semakin mengundang untuk mengajak untuk tidur.

"Sabrina kamu bisa tidur di kamar itu. Dulu itu kamar pegawai yang kerja di sini. Karena dia tidak jujur selalu berbohong, ya terpaksa saya berhentikan" Yakop sudah berdiri di depan kamarnya, tentu saja kamarnya sudah rapi karena sejak dirinya mendarat kamarnya mungkin sudah di bersihkan.

"Pak Yakop?" tidak jadi tangan kanan Sabrina menyentuh handle pintu kamar, Yakop lantas tidak jadi masuk. "Terima kasih, Pak Yakop sudah mau membantu saya. Saya janji akan membantu segala keperluan, Pak Yakop" mungkin karena sudah mengantuk Yakop hanya tersenyum saja lalu masuk kedalam kamar, sesaat melirik Sabrina yang juga masuk kedalam kamar.

Sementara di Surabaya, rasa cemas makin menggelayuti perasaan hatinya Ricky. Dirinya hanya berdiri dalam ruangan kerjanya, padahal malam semakin larut, jam dinding sudah menunjukan pukul 10.00 waktu setempat. Jarum jam terus berputar dan tidak akan pernah berhenti berputar, walau malam dan siang terus berganti tugasnya.

Hati di sertai pandangan dua matanya tersenyum lebar penuh keyakinan ketika dirinya berdiri berhadapan langsung melihat nama PT Alip Tour & Travel, yang terbuat dari arkrilik persis ada di samping posisi meja kanannya.

"Dari kecil aku merintis usaha ini dan karena atas seizin Allah, perusahaan ini makin berkembang pesat. Andai saja Sabrina tahu tentang semua ini, pastinya dia senang sekali. Aku tahu selama ini Sabrina ragu dan curiga dengan usaha yang aku jalani. Bila dia tahu, tentunya Sabrina mau berangkat haji bersamaku" berapa saat Ricky memandangi nama perusahannya lalu dirinya terduduk tetap mata kanannya masih melirik.

"Aku yakin semua apa yang aku dapati saat ini. Semua itu karena atas seizin Allah. Aku yakin, bila Allah selalu menepatinya pada umatnya, yang selalu yakin tulus percaya padaNya" guman dalam hati Ricky melirik foto kecil dirinya dengan Sabrina berbingkai arkrilik di sisi sudut kanan meja kerjanya.

"Bip, bip ..." suara dering ponsel terdengar, nyata itu pesan masuk pada ponsel miliknya Rikcy. Ponsel yang ada di meja atas tumpukan dokumen cepat di ambil tangan kirinya Ricky.

"Ricky, orang yang sedang loe cari. Dia sekarang ada di Arab Saudi" itu pesan singkat tertulis di halaman pesan aplikasi yang lagi tren saat ini. Sumringah langsung wajahnya Ricky setelah membaca pesan dari seseorang yang foto profilnya tidak terlihat di layar ponsel.

Beranjak bangun Ricky, rasanya seluruh tubuhnya semakin terasa ikut bahagia mendengar kabar, bila Sabrina berada di Arab Saudi. Dari kejauhan kilauan cahaya penerangan lampu Pelabuhan Tanjung Perak makin bikin mempesona di tambah dengan kerlap-kerlip lampu kecil perahu nelayan juga ikut nampak di tengah lautan.

Lihat selengkapnya