Janji Allah~Novel~

Herman Siem
Chapter #44

Part #44

Tiga Lelaki Kiriman Malaikat

Sudah hampir sejam lebih Hasan, Yoga dan Ricky berdiri di depan toko menunggu kedatangan Azis yang belum datang juga. Padahal jilatan sinar matahari nakal sejak tadi sudah mencolek wajah mereka bertiga, lagi-lagi ada rasa tidak enak hati mereka karena saling di lempari senyuman tidak jelas dari gadis dan wanita yang melewati mereka. Tidak mungkin lelaki tampan seperti mereka bertiga sedang berdiri di depan toko hanya untuk mengemis.

"Ini masih mau nunggu Polisi itu?" sudah tidak tahan mungkin capek juga dua kakinya Yoga berdiri menunggu sejak tadi. Mereka bertiga tidak tahu dan tidak sadar, bila sejak sedari tadi mereka bertiga berdiri menunggu di depan "Toko Nur" toko miliknya Yakop. Clingak clinguk tidak jelas berapa kali wajahnya Hasan kedalam, tapi di dalam toko tidak ada siapa-siapa, cuman pajangan dagangan yang siap-siap di beli tapi satupun pengunjung belum menyambangi masuk kedalam toko.

"Sabar. Kita tunggu sebentar lagi saja" sahut Hasan kayaknya kedua kakinya sudah kecapekan juga. "Kalian bertiga ngapain di sini? Kalian bertiga mau mencuri?! Pantesan saja sejak dari tadi, tidak ada yang datang membeli!" bisa-bisanya Sarip menuduh tidak jelas pada Hasan, Yoga dan Rcky menahan emosinya. Memang sejak dari tadi mereka bertiga berdiri depan toko, tidak ada satupun pengunjung datangi toko.

"Hehh! Loe punya sopan santun dong! Kita di sini tidak sedang mau mencuri!" tangan Hasan menahan Ricky saat Yoga membantah tuduhan Sarip makin sinis makin tidak percaya. "Lantas kalian bertiga mau apa di sini? Kalau bukan kalian bertiga mau mencuri?! Wajah ganteng doang, tapi hatinya pengutil!" makin menuduh Sarip, makin tidak percaya dengan Hasam, Yoga dan Ricky makin tidak tahan ingin menghardik Sarip, tapi lagi-lagi dua tangan Hasan menahan dadanya Ricky tertahan.

"Sarip ..." teriakan panggilan seraya bikin mengenali suara itu di benak tiga lelaki sempat saling melirik. "Sudah sana kalian pergi ...!" dua tangan Sarip mendorong seraya menghalangi Hasan, Yoga dan Ricky makin penasaran melongok kedalam toko.

"Sabrina ..." kompak seruan teriakan tiga lelaki tampan malahan tangan Yoga mendorong minggir Sarip hampir terjatuh. Dari kejauhan Azis berdiri hanya tersenyum dari kejauhan melihatnya di depan "Toko Nur" Azis semakin yakin bila tiga lelaki yang di suruh datang menemuinya, kini mereka sudah bertemu dengan Sabrina. Hasan, Yoga dan Ricky sudah menemukan Sabrina, makin tersenyum dengan kumis melintangnya Azis kembali berjalan susuri Pasar Jafariyah, di mana dirinya kembali berpatroli.

"Sabrina kamu kenal dengan tiga pengutil ini?" dua tangan Sarip menarik mundur Sabrina membelah rasa terkasimanya melihat wajah ketiga lelaki yang ada di hadapannya masih terus menatap wajah cantik Sabrina. "Sabrina?!" mulut Sarip di dekatkan pada wajah Sabrina tetap tidak bergeming dua matanya masih penuh senyuman menatap Hasan, Yoga dan Ricky berusaha mencari perhatian Sabrina.

"Kalian adalah tiga lelaki kiriman malaikat, tuk aku. Tapi aku ndak bisa menerima kalian semua" guman tersenyum seraya memuji dalam hatinya Sabrina, makin bingung dua tangan Sarip di aling-alingi depan wajahnya Sabrina. "Sabrina?" "Pak Yakop ...?" panggilan Yakop terdengar dari dalam dan sudah berada di belakang Sabrina, sontak barengan lagi menyahut Hasan dan Yoga makin bingung.

"Kalian?" " Mereka ingin mau mencuri di toko ini, Pak Yakop?" langkah Yakop kedepan tapi di potong Sarip malahan menuding lagi."Sarip mulutmu itu!" terdiam Sarip saat di bentak Yakop melirik sesaat Sabrina. "Sabrina masuk kamu!" rada keras suara Yakop bikin Sabrina mendengar ketakutan dan segera masuk kedalam.

"Pak Yakop kenal dengan mereka bertiga?" tanya Sarip pada Yakop kenapa meminta Sabrina masuk kedalam dan makin penasaran Sarip berdiri di samping Yakop. "Ini Kapten Hasan dan ini Asisten Kapten" tunjuk berapa kali telunjuk Yakop pada Hasan dan Yoga sinis melototi Sarip langsung tundukin kepalanya. "Sana kamu masuk" dua langkah Sarip berjalan lemas masuk ketika di pinta Yakop.

Sarip berdiri membelakangi meja, sambil lirikan mata melirik kearah dalam hanya terduduk Sabrina. Wajahnya seraya di gelayuti rasa kebersalahan. Hatinya segitu maruk sekali, sampai mencintai tiga lelaki yang saat ini dirinya sampai di larang menemui mereke bertiga oleh Yakop.

Tapi tidak semaruk dugaan hatinya, bila dirinya berperasaan biasa saja dengan Hasan dan Yoga, hatinya hanya mengagumi ketampananya saja. Sabrina makin sadar bila dirinya dan hatinya masih memilik tautan cinta, yaitu dengan Ricky. "Walau tiga lelaki itu kiriman malaikat, tapi hati ini tetap masih ada mencintai Ricky. Tapi kenapa lagi-lagi Ricky bersama Hasan dan Yoga?" hanya terduduk Sabrina, hatinya makin berguman di baluti kebigungan.

Lihat selengkapnya