Kekuatan Cinta
"Ya, saya tahu Sabrina gimana sekarang. Karena saya lebih tahu tentang Sabrina" mungkin Ricky lebih berhak dan tahu dengan keadaan Sabrina bagimana. Ricky tidak merasa malu-malu lagi buat menyatakan mengungkapkan isi hatinya, tentu bikin Yakop bingung lagi-lagi perhatikan Rikcy berdiri di bawah pohon kurma.
Wajah tampannya Ricky selalu di aling-alingi sinar matahari dari celah rerimbunan daun pohon kurma. Keraguan mulut Yakop memancing dirinya untuk malas tidak bertanya, tapi semakin lama bibirnya semakin terpancing untuk tahu siapa Ricky, kenapa mengakui tahu tentang keadaan Sabrina.
"Ohh iya, Pak Yakop. Ini Ricky. Ricky ini owner Alip Tour & Travel. Usahanya saat ini sedang maju pesat dan belum lama buka cabang di Arab Saudi, tepatnya di sekitaran Pasar Jafariyah. Dan Ricky ini?" sempat terhenti bibir Yoga merasa hatinya rada cemburu saat akan melanjutkan menjelaskan memberitahukan siapa Rikcy, pada Yakop sedikit memasang wajah bingung.
Bibir Yoga serasa berat, hatinya terpancing cemburu untuk tidak bisa mengatakan bila Ricky adalah pacarnya Sabrina. Yakop malahan melirik Hasan, sama hatinya merasa tidak mau juga bila Yoga mengatakan sebenarnya pada Yakop, siapa Ricky.
"Kamu siapa, kamu sepertinya tahu sekali tentang Sabrina?" tanya Yakop sempat melirik pada Ricky. Yakop lalgi-lagi bingung melihat Hasan dan Yoga, mereka berdua rasanya ingin menutupi-nutupi keberadaan dan siapa Ricky.
"Karena kekuatan cinta saya sama Sabrina, sampai membuat saya sampai kesini, Pak Yakop" jawab Ricky mulai percaya diri, siapa dirinya. Tapi makin mengundang bingung Yakop makin bingung lagi perhatikan wajah Hasan dan Yoga, mereka berdua seakan takut bila Ricky benar-benar menyatakan dirinya adalah pacarnya Sabrina di hadapan Yakop.
"Saya adalah pacarnya, Sabrina" bak angin puting beliung di tengah gurun menyapu dan menggulung serpian pasir menggulung keangkasa dan terhempas memecah angkasa menebar merasuk kemata menjadi buta. Begitu juga yang di rasakan Hasan dan Yoga, rasanya dua mata mereka seakan tidak ingin mau melihat karena telah buta dengan serpihan pasir cinta yang masuk kedua celah mata mereka.
Mata mereka berdua seraya berpura-pura melihat langit siang makin terasa hangat sinar teriknya. Tapi kuping mereka berdua masih menguping ingin tahu apa selanjutnya yang akan di ungkapkan Ricky pada Yakop.
Angin sepoi meniup semilir hempaskan pakaian gamis putih Yakop melirik kearah Hasan dan Yoga. Tersirat dua mata mereka makin ada rasa cemburu yang tertahan. "Benar Pak Yakop, Ricky adalah pacarnya Sabrina. Ricky meminta saya untuk di carikan Sabrina oleh saya. Ternyata Allah begitu baik hatinya, Dia telah mempertemukan saya dan Sabrina saat berada di kapal" ingin mengalihkan rasa cemburunya Yoga malahan menimpali, walau hatinya sedikit tidak menerima.
"Saya juga sama, Pak Yakop. Saya malahan di minta tolong sama ibunya Ricky untuk carikan Sabrina. Tidak tahunya, Sabrina ketemu saya saat berada di kapal" tidak mau ketinggalan Hasan juga ingin memberitahukan pada Ricky dan seolah-olah dirinya peduli dengan kekuatan cintanya Ricky mencari Sabrina sampai di Arab Saudi.
"Jadi kamu pacarnya, Sabrina?" tunjuk jari telunjuk tangan Yakop pada wajah Ricky serasa tidak peduli dengan raut wajah kecemburuan Hasan dan Yoga makin jelas terlihat. Mereka berdua menahan rasa cemburunya dengan mereka berdua berpura-pura mengalihkannya sambil makan buah kurma. Jelas lirikan mata Hasan melihat kearah Ricky sedikit melempar senyuman padanya.
Apalagi Yoga ketarah bangat rasa cemburunya terlihat di wajahnya. Yoga malahan sebentar-bentar melirik kearah Yakop dan Ricky seperti sedang membicarakan sesuatu walau tidak terdengar, tapi dari gestur dan gerakan bibirnya, Yoga tahu apa yang sedang di bicarakan Yakop dan Ricky.
"Bila begitu bantulah Sabrina, Rikcy" sepintas di dengar Hasan dan Yoga makin mendekati. "Saya yakin, Sabrina ingin sekali niat'kan hajinya" rada di perjelas Yakop, dirinya tahu bila Hasan dan Yoga ingin tahu tentang apa yang di bicarakannya.
"Iya, Rick. Loe bantuin dong, Sabrina. Loe'kan bisa mempermudah niat'an Sabrina buat wujudin hajinya" sambung Yoga merasa hatinya harus menerima tentang kebenaran, bila hatinya harus menahan rasa cemburu.
"Banar, Ricky. Apa perlu saya kasih tahu sama, ibu? Bila Sabrina sudah ketemu?" ada rasa semakin tertahan dan mengalahnya Hasan dengan memalingkan perasaannya pada Ricky. Walau Rikcy tahu melihat Hasan dan Yoga memendam rasa cemburunya.
Yakop makin tahu melihat gelagat Hasan dan Yoga, kali ini mereka tidak bisa mengatur dan memerintah. Karena mereka berdua berada di daratan, tidak seperti berada di lautan lepas atas kapal. Mereka berdua bisa tegas memerintahkan Yakop dan awak kapal lainnya.
Awan kelabu makin terlihat menghadang pandangan sinar matahari. Senja mulai datang, makin terasa hembusan angin sejuk menggerakan dedaunan pohon kurma.
Pandangan Ricky seakan makin sadar, makin tahu apa yang sedang mengalungi perasaan Hasan dan Ricky. Tapi tetap perasaan Ricky masih ada kekuatan cintanya pada Sabrina.
"Musim haji akan segera datang. Kalian bertiga bantu-bantulah, Sabrina" senyuman menyimpan sejuta makna terucap dari bibirnya Yakop hanya melirik Ricky membalasnya dengan senyuman.
"Kapten, saya jalan duluan ya" sebelum langkah kakinya Yakop berjalan, dirinya tegak memberi hormat pada Hasan tersenyum seraya di paksa melirik Yoga menahan kesedihannya dalam menahan rasa cemburu semakin tidak terungkapkan hatinya.