Janji di Bawah Langit yang Sama

Ezra Jo
Chapter #6

Bab 6 - Pertemuan yang Telah Dijanjikan

Bab 6 - Pertemuan yang Telah Dijanjikan



Senin pagi terasa berbeda di SMP Negeri 15 Surabaya.


Seluruh siswa kelas VII berkumpul di aula untuk mengikuti pengenalan kegiatan ekstrakurikuler. Deretan kursi memenuhi ruangan. Suasana ramai dipenuhi obrolan para siswa yang masih saling mengenal.


Arsen duduk bersama teman-teman kelas VII A di barisan depan sebelah kiri.


Sementara itu, Antonio duduk bersama kelas VII B di sisi kanan aula.


Mereka hanya dipisahkan beberapa baris kursi.

Namun, keduanya masih belum saling menyadari.


Acara dimulai dengan penampilan paduan suara sekolah.


Setelah itu, berbagai ekstrakurikuler diperkenalkan satu per satu.


Ketika giliran Klub Musik tampil, pembina meminta beberapa siswa baru yang memiliki kemampuan bermain alat musik untuk ikut menunjukkan bakatnya.


"Siapa disini yang bisa bermain gitar?" tanya pembina.


Teman-teman VII A langsung menunjuk Arsen.


"Pak, Arsen bisa!"


Arsen sempat terkejut. "Saya?"


"Iya, ayo ke depan sen." Pembina mempersilahkan Arsen maju


Dengan sedikit gugup, Arsen membawa gitar akustik yang telah disiapkan panitia.


Ia duduk di kursi tengah panggung.


Ruangan mendadak hening.


Jari-jarinya mulai memetik senar gitar.


Melodi lembut mengalun memenuhi aula.


Kemudian ia menyanyikan lagu ciptaannya sendiri yang berjudul "Masih Menunggu Sahabat."


"Langit boleh berganti warna...


Kota boleh berubah nama...


Tapi janji tak pernah hilang...


Karena hati selalu pulang..."


Di bangku penonton...


Antonio membeku.


Nada itu...


Suara itu...


Entah mengapa terasa sangat akrab.


Ia terus menatap ke arah panggung.


Saat lagu selesai, Arsen mengangkat wajahnya.


Untuk pertama kalinya...


Antonio melihat wajahnya dengan jelas.

Jantungnya berdegup sangat kencang.

Lihat selengkapnya