Bab 11 - Nada untuk Sebuah Mimpi
Waktu terus berjalan.
Arsen, Antonio, dan Raka kini telah menjadi siswa yang dikenal hampir di seluruh sekolah. Bukan karena mereka selalu menjadi juara, tetapi karena mereka saling mendukung dalam setiap kesempatan.
Suatu pagi, setelah upacara bendera selesai, Kepala Sekolah menyampaikan sebuah pengumuman.
"Bulan depan akan diadakan Festival Pelajar Kota Surabaya. Sekolah kita akan mengirimkan wakil di berbagai bidang, termasuk musik dan olahraga."
Suasana lapangan langsung riuh.
Arsen dan Antonio saling berpandangan.
Mereka tahu...
Kesempatan besar sedang menunggu.
Sepulang sekolah, Bu Ratna memanggil Arsen ke ruang musik.
"Arsen."
"Iya, Bu." Sahut Arsen
"Ibu ingin kamu mewakili sekolah dalam Lomba Cipta Lagu Pelajar Kota Surabaya." Lanjut Bu Ratna
Arsen terdiam beberapa saat.
"Saya... dipilih?"
Bu Ratna mengangguk.
"Lagu yang kamu tampilkan saat Festival Persahabatan membuat para guru terkesan nak."
Arsen tersenyum haru.
"Terima kasih atas kepercayaannya, Bu."
Di lapangan basket, Pak Hendra juga menyampaikan kabar yang tak kalah membahagiakan.
"Antonio."
"Iya, Pak." Jawab Antonia
"Kamu terpilih mengikuti seleksi Tim Basket Pelajar Kota Surabaya."
Teman-temannya langsung bertepuk tangan.
Antonio tersenyum, tetapi ia tahu seleksi itu tidak akan mudah.
Pesertanya adalah pemain-pemain terbaik dari berbagai SMP di Surabaya.
Malam itu, Arsen duduk di meja belajarnya.
Lembar-lembar kertas penuh dengan coretan lirik.
Ia ingin menciptakan lagu yang bukan hanya indah didengar.
Tetapi juga memiliki makna.
Ia menatap sebuah foto lama.
Foto dirinya bersama Antonio saat masih duduk di bangku TK.
Senyumnya perlahan mengembang.
"Aku tahu..."
"Lagu ini akan bercerita tentang sebuah janji."