Bab 14 - Langkah Menuju Provinsi
Liburan semester telah usai.
Arsen, Antonio, dan teman-teman mereka kembali memenuhi lorong SMP Negeri 15 Surabaya. Kini mereka duduk di semester baru dengan semangat yang semakin besar.
Prestasi yang mereka raih di tingkat kota membuat nama sekolah semakin dikenal.
Namun, mereka tidak pernah membiarkan pujian mengubah sikap mereka.
Bagi Arsen dan Antonio, mereka tetaplah dua sahabat yang dahulu pernah menangis di bawah pohon mangga di Tasikmalaya.
Suatu pagi, Kepala Sekolah kembali mengumpulkan seluruh siswa di aula.
Beliau membawa sebuah surat berlogo Dinas Pendidikan Provinsi.
"Anak-anak, sekolah kita mendapat kehormatan mewakili Kota Surabaya dalam Pekan Prestasi Pelajar Tingkat Provinsi Jawa Timur."
Aula langsung dipenuhi tepuk tangan.
Kemudian beliau melanjutkan,
"Untuk bidang seni musik..."
"...Arsen kembali dipercaya mewakili sekolah."
Arsen menundukkan kepala penuh syukur.
"Dan untuk cabang olahraga basket..."
"...Antonio terpilih memperkuat Tim Basket Kota Surabaya."
Antonio tersenyum lebar.
Semua teman memberikan selamat kepada mereka.
Latihan kini menjadi jauh lebih berat.
Arsen harus mengikuti pelatihan vokal, penulisan lagu, dan latihan panggung hampir setiap hari.
Antonio berlatih bersama pemain-pemain terbaik dari berbagai sekolah di Surabaya.
Jadwal mereka semakin padat.
Bahkan beberapa hari mereka hanya sempat bertemu sebentar di sekolah.
Suatu sore, Antonio duduk sendirian di tribun lapangan basket.
Wajahnya terlihat lelah.
Arsen datang sambil membawa dua kotak bekal.
"Aku tahu kamu pasti belum makan kan?."
Antonio tersenyum.
"Kamu selalu tahu."
Arsen duduk di sampingnya.
"Capek gak?"
Antonio mengangguk.