Bab 16 - Persimpangan Mimpi
Udara pagi di Kota Malang terasa begitu segar.
Sinar matahari menembus dedaunan yang mengelilingi penginapan para peserta Pekan Prestasi Pelajar Jawa Timur.
Namun pagi itu, Arsen dan Antonio merasakan sesuatu yang berbeda.
Mereka sama-sama dipanggil oleh pembimbing masing-masing.
Arsen memasuki ruang pertemuan kecil di Gedung Kesenian.
Di sana telah menunggu tiga orang juri dan seorang perwakilan dari Balai Pengembangan Talenta Seni.
"Silakan duduk, Arsen."
Arsen mengangguk sopan.
Salah seorang juri tersenyum.
"Kami sangat menyukai lagu ciptaanmu."
"Terima kasih, Pak." Jawab ArsenÂ
"Kami ingin menawarkanmu mengikuti Program Pembinaan Talenta Musik Pelajar Nasional."
Arsen terdiam.
Program itu merupakan pelatihan bergengsi yang hanya memilih sedikit pelajar dari seluruh Indonesia.
"Tetapi..."
Program tersebut berlangsung di Jakarta selama beberapa bulan saat liburan sekolah.
Arsen merasa bangga.
Namun dalam hatinya muncul banyak pertanyaan.
Di tempat yang berbeda...
Antonio dipanggil oleh pelatih Tim Basket Jawa Timur.
"Antonio."
"Iya, Pak." Jawab Antonio
"Kamu bermain sangat baik."
"Terima kasih, Pak." Jawab Antonio sambil tersenyumÂ
Pelatih tersenyum.
"Kami ingin mengundangmu mengikuti Akademi Basket Muda Jawa Timur."
Antonio membelalak.
Akademi itu menjadi tempat pembinaan bagi pemain muda berbakat.
Banyak alumninya yang berhasil menjadi atlet profesional.
"Tapi latihan dilakukan setiap akhir pekan."
Antonio mengangguk pelan.
Artinya...
Waktu luangnya akan jauh berkurang.
Sore harinya...