Bab 17 - Menjaga Janji
Hari-hari terus bergulir.
Arsen dan Antonio kini telah memasuki tahun terakhir mereka di SMP. Kesibukan mereka semakin padat. Selain belajar untuk menghadapi ujian akhir, mereka juga harus menjalani latihan di bidang yang mereka cintai.
Meski begitu, ada satu kebiasaan yang tak pernah berubah.
Setiap hari Jumat sore, mereka selalu menyempatkan bertemu di taman kecil dekat sekolah.
Mereka menyebutnya...
"Hari Menjaga Janji."
Sore itu, Arsen datang lebih dulu sambil membawa gitar.
Tak lama kemudian Antonio tiba dengan membawa bola basket.
Mereka saling tersenyum.
"Akhirnya ketemu juga."
Antonio tertawa.
"Rasanya seminggu ini panjang banget ya."
Arsen mengangguk.
"Latihan musik terus."
"Aku juga latihan basket." Sahut Antonio.
Mereka duduk di bangku taman sambil menikmati semilir angin.
Tak ada yang lebih berharga daripada waktu sederhana seperti itu.
Di sekolah, persiapan menghadapi Ujian Sekolah mulai dilakukan.
Bu Ratna mengingatkan seluruh siswa.
"Prestasi itu penting."
"Tapi jangan pernah mengabaikan pelajaran."
Arsen dan Antonio sama-sama memahami pesan itu.
Mereka mulai membuat jadwal belajar bersama.
Setiap Sabtu malam, mereka belajar Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, hingga Bahasa Inggris.
Jika Arsen kesulitan mengerjakan soal Matematika, Antonio membantunya.
Sebaliknya, jika Antonio kesulitan membuat tugas seni, Arsen dengan sabar mengajarinya.
Persahabatan mereka bukan hanya saling menyemangati.
Tetapi juga saling melengkapi.
Beberapa minggu kemudian, sebuah kabar datang dari Jakarta.
Arsen menerima surat resmi.
Ia diterima mengikuti Pembinaan Talenta Musik Nasional pada liburan panjang nanti.
Antonio menjadi orang pertama yang membaca surat itu.
"Wah, akhirnya resmi juga."
Arsen tersenyum.
"Aku senang..."
"Tapi juga sedikit takut."