Janji di Bawah Langit yang Sama

Ezra Jo
Chapter #19

Bab 19

Bab 19 - Langit yang Berbeda


Liburan panjang telah berakhir.

Pagi itu, Kota Surabaya dipenuhi semangat para siswa yang mengenakan seragam putih abu-abu untuk pertama kalinya.


Arsen berdiri di depan gerbang SMA Negeri 2 Surabaya. Seragam baru yang dikenakannya terasa sedikit asing, tetapi matanya penuh keyakinan.


Di sisi lain kota, Antonio melangkah memasuki SMA Negeri 5 Surabaya. Tas basket masih tersampir di pundaknya, seolah mengingatkan bahwa mimpinya kini semakin dekat.


Untuk pertama kalinya sejak mereka dipertemukan kembali di Surabaya, mereka benar-benar menjalani hari di sekolah yang berbeda.


Sebelum bel masuk berbunyi, ponsel Arsen bergetar.


Sebuah pesan masuk dari Antonio.

"Hari pertama. Semangat, Sen. Tunjukkan siapa dirimu."


Arsen tersenyum lalu membalas.

"Semangat juga, Ton. Jangan lupa sarapan. Sampai Jumat."


Hari Jumat.


Itulah hari yang tetap mereka sepakati sebagai waktu untuk bertemu.


Di SMA Negeri 2, Arsen mulai dikenal sebagai siswa yang pendiam tetapi berbakat.


Saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, setiap kelompok diminta menampilkan sebuah pertunjukan sederhana.


Tanpa diduga, teman-teman sekelompok menunjuk Arsen.


"Kamu bisa main gitar, kan?"


Arsen sempat ragu.


Namun ia teringat kata-kata Bu Ratna.


"Jangan takut menunjukkan siapa dirimu."


Ia mengambil gitar sekolah dan menyanyikan lagu "Langit yang Sama."


Begitu lagu selesai, seluruh aula memberikan tepuk tangan meriah.


Sejak hari itu, banyak siswa mulai mengenalnya.


Sementara itu, Antonio mengikuti seleksi tim basket SMA.


Pesertanya jauh lebih banyak dibanding saat SMP.


Semua memiliki kemampuan yang luar biasa.


Pelatih meniup peluit.


"Pertandingan dimulai!"


Antonio bermain dengan tenang.


Ia tidak berusaha menjadi pencetak angka terbanyak.


Ia lebih banyak mengatur permainan dan membantu rekan-rekannya.


Setelah latihan selesai, pelatih menghampirinya.


"Nama kamu Antonio?"


"Iya, Pak." Jawab Antonio


"Kamu punya jiwa pemimpin."


"Tetap pertahankan itu." Ucapnya memuji Antonio


Lihat selengkapnya