JANJI DI BULAN FEBRUARI

Sang Alifas Yang Merumput
Chapter #14

Hari-Hari Yang Berubah

Dua minggu berlalu sejak malam menegangkan bertemu keluarga Kartika dan percakapan jujur dengan Raditya di kedai kopi. Aku menjalani hari-hariku dengan ritme yang jauh berbeda dari sebelumnya—bukan lagi sekadar bekerja sebagai pelayan warung yang menjaga sif malam, tetapi kini juga mulai mengambil tanggung jawab lebih besar sesuai kesepakatan dengan Andi.

Setiap pagi sebelum warung buka, aku menyempatkan diri mempelajari cara mengelola pembukuan sederhana yang diajarkan Andi, mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dengan lebih rapi dibanding sebelumnya. Aku juga mulai mencari suplier bahan baku alternatif yang menawarkan harga lebih kompetitif tanpa mengurangi kualitas masakan warung, sebuah usaha kecil yang perlahan mulai menunjukkan hasil nyata.

"Dim, gila lu. Omzet minggu ini naik lumayan," ucap Andi suatu sore, matanya berbinar memperhatikan catatan pembukuan yang baru saja kuselesaikan. "Lu emang punya bakat buat ginian."

Aku tersenyum bangga mendengar pujian itu, meski dalam hati aku tahu ini baru langkah awal dari perjalanan panjang yang harus kutempuh. Di sela-sela kesibukan mengelola warung, aku tetap menyempatkan waktu untuk bertemu Kartika, meski intensitasnya tidak sesering sebelumnya karena kesibukan baru yang kujalani.

Lihat selengkapnya