Capella Aldebaran mengernyit, tangannya sibuk menggosok punggung yang baru saja menghantam ubin cukup keras. Ia bangkit perlahan, menoleh ke arah ranjang hanya untuk mendapati Jovan tidur telentang menguasai seluruh ruang yang tersisa. Kedua tangan dan kaki cowok itu direntangkan lebar-lebar, lengkap dengan dengkur halus dan mulut yang sedikit terbuka.
Al hanya bisa pasrah. Karena tak ingin mengganggu tidur sang tuan rumah, ia mengambil satu bantal yang tersisa, menaruhnya di atas karpet cokelat tebal tepat di bawah tempat tidur Jovan, lalu merebahkan diri di sana. Al belum tahu bahwa di atas sana, Jovan sebenarnya sedang berjuang mati-matian menahan tawa hingga bahunya berguncang pelan.
Beberapa jam kemudian...
Jovan ternganga. “Gue ada di mana nih?”
Ia berdiri di atas hamparan rumput hijau yang terasa empuk. Kakinya seolah tak menapak, melayang ringan. Sejauh mata memandang, bunga-bunga beraneka warna menebarkan aroma wangi yang menenangkan. Rimbun pepohonan menciptakan suasana sejuk, sementara di dekat kakinya, sebuah sungai kecil beraliran air murni berkelok-kelok tak berujung. Saking jernihnya, ikan-ikan kecil yang berenang di sana tampak berkilau seperti batu zamrud.
“Ini beneran di mana, sih?” gumam Jovan tak percaya.
Langit di atasnya cerah, namun panasnya sama sekali tidak menyengat. Tiba-tiba, seorang gadis muncul. Kecantikannya benar-benar di luar nalar—Tania, Sisy, bahkan Milly lewat semua! Gadis itu bermata bulat indah dengan kulit putih nyaris transparan. Ia mengenakan kain sutra putih yang membungkus tubuh sintalnya, sementara rambut hitamnya yang berombak dihiasi untaian perhiasan.
“Ya Allah, cetar amat cantiknya… ini bidadari bukan, ya?” gumam Jovan terpana sembari mengucek mata.
“Mau minum?” suara si gadis terdengar lembut dan merdu, persis denting bel. Di tangannya mendadak muncul secawan gelas perak yang indah.
Jovan hanya mampu mengangguk linglung. Namun, saat bidadari itu melangkah mendekat untuk memberikan minum, ia mendadak tersandung.
“Awas hati-hati, Bidadari!” jerit Jovan sekuat tenaga.
BYAR!