Janji Jovan

Vina Marlina
Chapter #10

Sabotase Listrik

Drrrrt.... drrrrt....

Jovan bergeming. Ponsel di atas meja belajarnya bergetar untuk kesekian ratus kalinya, seolah menjerit memanggil pemiliknya. Namun, Jovan lebih memilih telentang menatap langit-langit kamar. Pikirannya buntu. Strategi apa yang harus ia pakai agar bisa bebas latihan band? Persiapan festival di Dago bukan main-main, dan idealisme musiknya tak bisa berkompromi dengan jadwal latihan yang hanya tiga kali seminggu. Di balik sifat selengeannya, urusan passion bisa membuat Jovan berubah menjadi perfeksionis yang keras kepala.

Rio dan Ikhsan sudah pulang satu jam yang lalu, buru-buru kabur begitu mendengar Al menginap di sana. Mereka tak sudi berurusan dengan sang penegak aturan sekolah itu. Namun, Ikhsan sempat membisikkan "saran maut" sebelum pergi.

"Jo, kesempatan emas jarang datang dua kali. Bilang saja ke Emak lo kalau kita ada les tambahan atau apalah, biar bisa pulang telat terus..."

Jovan mendesah. Berbohong pada Mama adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan. Ia lebih memilih sembunyi-sembunyi dan memasang muka bodoh jika ketahuan daripada harus menatap wajah kecewa wanita yang melahirkannya itu. Dilan salah, batin Jovan getir. Yang berat itu bukan rindu, tapi memilih antara passion atau janji pada Ibu.

Ingin mengusir penat, Jovan bangkit dan menekan tombol on pada double audio speaker-nya. Seketika, intro perkusi dari Slash menggelegar, diikuti raungan gitar Guns N' Roses yang memekakkan telinga.

"Ya Allah, Gusti nu Agung! Si Aa Jovan kumat deui!" ringis Bi Siti di lantai bawah. Ia terpaksa mematikan TV dan mengungsi ke dapur sambil menutup kuping daripada harus pingsan karena kebudekan.

Hanya Mama yang bisa menghentikan kegilaan ini dengan gedoran pintu dan teriakan, "Jovaan sayang, sudah azan, Nak! Berhenti dulu ya!" Namun, Mama belum pulang.

Jovan, dengan kaus oblong dan celana komprang, meloncat ke atas kasur. Ia beraksi seolah sedang memegang gitar, kepalanya terangguk-angguk mengikuti vokal melengking Axl Rose dalam lagu Welcome to the Jungle. Lagu ini legendaris bagi The Jinx. Dua bulan lalu, mereka membuat geger acara perpisahan sekolah. Tamu undangan yang tadinya anteng disuguhi balada, mendadak ricuh saat Jovan naik ke panggung dan membawakan lagu cadas itu.

Lihat selengkapnya