Kata orang, mimpi itu target mencapai kesuksesan, tapi bagi Jovan dan personil The Jinx lainnya, mimpi itu ibarat candu yang melecut semangat mereka siang malam. Memberikan raga kekuatan. Because life is too short to be living somebody else’s dream.
Tanpa absen, tak peduli bilur lukanya masih belum sembuh benar, Jovan nampak berkutat dengan si Tarisa Putri. Ia menuliskan bait dan menciptakan lagu untuk dibawakann di festival dua minggu lagi. Besok, Mama sudah mengijinkannya dan Al bersekolah kembali setelah hampir lima hari mendekam di rumah. Berarti, besok sore pula dia bisa segera latihan ke tempat Rio. Rasanya Jovan sudah tidak sabar, berasa lumutan dia!
“Tes….tes...Aaaaa….Iiiii…..Uuuu….Eee…..Oooo…..Ehm….Sol…Miii….Saa…Sii!”
Bermaksud ingin pemanasan sekaligus berlatih memperluas range vocalnya, suara serak-serak basah Jovan terdengar sampai ke lantai bawah. Tempat Mama dan Bi Siti sedang asik mendengarkan ceramah Mamah Dedeh sambil melakoni pekerjaan rumah tangga.
Mama tengah menyapu lantai sedangkan Bi Siti menyetrika gunungan pakaian di ruang keluarga.
Tiba-tiba Bi Siti terkikik kegelian tanpa sebab. Menjadikan perhatian Mama terbetot karenanya. Habis, nggak ada peristiwa yang lucu kok bibi bisa ketawa sendiri. Mama kan serem melihatnya!
“Bibi, kenapa?” tanya Mama agak kuatir, menghentikan acara menyapu lantainya sejenak demi memandangi si bibi yang masih cekikikan.
“Itu loh bu, aa Jovan dari kemaren-kemaren kerjanya A, I, U, E, O melulu, kalau dipikir-pikir kok kayak tarzan ya bu…?”
Kirain apaan! Mama langsung tergelak.
Petikan gitar elektrik mengalun. Distorsi iramanya berubah perlahan-lahan.
“ Aku menyesal, sungguh menyesal”
Perpisahan ini tak semestinya terjadi
Karena keangkuhanku, karena kebanggaan semu…
Aku meninggalkanmu
Seseorang yang mencintaiku tanpa syarat
Idiot, itu kata yang tepat…
Maaf!”
Gelak tawa Mama dan Bi Siti seketika terhenti, tertarik ingin mendengarkan keseluruhan lagu gubahan Jovan. Bener-bener deh! Anak itu sangat menjiwai isi lagunya. Suara ala rocker si Jovan yang lantang tapi menyayat hati, membuat para pendengarnya terbawa perasaan.
Mama jadi teringat band legendaris favoritnya jaman ABG, Queen. Ada tuh satu lagu yang berjudul “Love of my Life” yang setia menemani tiap kali Mama patah hati. Duh, nggak nyangka ternyata Jovan sejenis cowok preman berhati cokelat juga….