Ali meninggalkan Rumah Kursus Yunus dengan setumpuk pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya. Tahun 1965 yang disebutkan dalam amplop mengantarnya membuka buku tebal yang diberikan Irfan. Lalu, selama dua hari berturut-turut ia menghabiskan waktu membaca buku tebal itu.
Saat selesai membaca, Ali menandai beberapa tahun yang ditulis dalam buku itu; tahun 1936, 1942, 1948, dan yang paling menguras emosinya adalah peristiwa-peristiwa di tahun 1965 yang dikisahkan dalam buku itu.
Ada satu kata yang ditulis berulang-ulang di tahun 1965 itu; tentara. Ali tidak dapat menepis kecurigaan yang muncul dalam dirinya bahwa pesan-pesan anonim yang diterimanya beberapa hari ini bersangkut-paut dengan satu kata itu.
“Apakah mereka orang-orang yang sama dengan orang-orang di tahun 1965 itu?” tanyanya kepada dirinya sendiri. Entahlah. Waktu yang akan menjawabnya.