Jejak cinta di Seoul

Maghfira Izani
Chapter #16

Hati yang mulai terbelah

Semenjak percakapan terakhirnya dengan Yong Junhyung, hati Sabrina terasa seperti tercabik-cabik setiap kali ia menarik napas. Kata-kata pria itu—penuh rasa sakit, cemburu, namun dibalut dengan kasih sayang dan kekhawatiran yang tulus—terus berputar tanpa henti di dalam kepalanya. Ia tahu Junhyung benar, pria itu hanya takut ia terluka, hanya takut ia salah melangkah. Namun, di sisi lain, Sabrina juga tidak bisa menyangkal bahwa kehadiran Lee Joon Gi telah membawa cahaya yang selama ini tersembunyi jauh di dalam hatinya.

Dua hari berlalu, namun rasanya seperti dua tahun yang penuh siksaan batin. Sabrina berusaha tampil tenang di depan karyawan dan pengunjung, menyambut tamu dengan senyum ramah seperti biasa. Namun, begitu ia sendirian, bayang-bayang dua wajah yang sama-sama berarti itu langsung memenuhi pikirannya. Junhyung yang dingin namun menjadi rumah pertamanya, dan Joon Gi yang hangat serta membuatnya merasa menjadi wanita paling istimewa.

Siang itu, langit Seoul tampak kelabu. Akan turun hujan lagi, pikir Sabrina saat melirik ke luar jendela. Ia sedang duduk di meja sudut, mencoba berfokus pada catatan keuangan, namun matanya sering kali kosong menatap ruang hampa.

"Bu Sabrina," suara Ji-woo memecah keheningan, membuat Sabrina tersentak.

"Ada apa, Ji-woo?" tanyanya lemah.

"Tuan Lee Joon Gi ada di depan. Dia datang, tapi... sepertinya ragu untuk masuk. Dia melihat suasana di sini agak sepi dan Ibu terlihat sedang tidak enak badan," ucap Ji-woo pelan, wajahnya tampak prihatin melihat keadaan majikannya yang jelas-jelas sedang gelisah.

Sabrina menghela napas panjang. "Biarkan dia masuk, Ji-woo. Jangan sampai dia tahu aku sedang kacau begini."

Tak lama kemudian, Joon Gi melangkah masuk. Hari ini ia mengenakan jaket tebal berwarna hitam, rambutnya sedikit berantakan tertiup angin luar. Saat matanya bertemu dengan Sabrina, seulas senyum hangat langsung terukir di wajahnya, meski samar-samar terlihat kekhawatiran di sana.

"Selamat siang, Sabrina," sapa Joon Gi lembut, lalu duduk tepat di hadapan wanita itu. "Maaf mengganggu. Aku cuma khawatir, langit mendung begini, biasanya suasanamu juga ikut berubah. Benar saja, wajahmu terlihat lelah sekali."

Sabrina memaksakan senyum tipis. "Aku baik-baik saja, Joon Gi. Hanya sedikit lelah, mungkin karena kurang tidur."

Joon Gi menatapnya lekat, matanya yang tajam seolah bisa menembus kebohongan kecil itu. Ia mengulurkan tangannya, lalu dengan lembut menggenggam tangan Sabrina yang tergeletak dingin di atas meja. Sentuhan hangat itu seketika membuat jantung Sabrina berdegup kencang, namun kali ini ada rasa bersalah yang ikut menyelinap masuk.

"Jangan bohong padaku, Sabrina," ucap Joon Gi pelan namun tegas. "Aku mungkin baru mengenalmu belum lama ini dibandingkan orang lain, tapi aku bisa merasakan apa yang kau sembunyikan. Ada yang mengganggu pikiranmu, bukan? Dan aku dengar... kemarin Junhyung dari Highlight datang ke sini. Kalian bertemu, dan setelah itu kau berubah menjadi seperti ini."

Lihat selengkapnya