Jejak cinta di Seoul

Maghfira Izani
Chapter #24

Berbicara terbuka

Langkah Sabrina terasa lebih ringan saat ia berjalan keluar dari gedung studio musik itu. Meskipun hatinya masih terasa perih karena harus menyampaikan keputusan yang menyakitkan bagi Yong Junhyung, namun di saat yang sama, ia merasakan ketenangan yang selama ini hilang. Ia telah berbicara dengan jujur, tidak menyembunyikan apa pun, dan itu adalah hal yang paling adil untuk semua pihak.

Perjalanan pulang tidak terasa lama. Begitu sampai di depan apartemennya, ia melihat mobil Lee Joon Gi sudah terparkir rapi di pinggir jalan. Pria itu menunggunya, tidak terlalu dekat agar tidak terlihat mengintip, namun cukup dekat untuk memastikan keadaannya. Begitu melihat Sabrina datang, Joon Gi segera turun dan menghampirinya.

"Bagaimana? Apakah semuanya berjalan lancar?" tanyanya lembut, matanya menatap wajah Sabrina untuk membaca apa yang terjadi.

Sabrina mengangguk pelan, lalu tersenyum tipis. "Ya. Aku sudah bicara dengannya. Aku katakan semuanya dengan jujur. Dia mengerti, meski aku tahu itu tidak mudah baginya."

Joon Gi menghela napas lega, lalu menggenggam tangan Sabrina dengan lembut. "Aku bangga padamu. Tidak semua orang memiliki keberanian untuk berterus terang seperti itu. Ayo, masuklah. Kau pasti lelah."

Di dalam apartemen, suasana terasa tenang. Sabrina duduk di sofa, memandangi ruangan yang kini terasa lebih hangat. Ia menyadari bahwa ketenangan yang ia rasakan bukan hanya karena beban kebimbangan telah hilang, tapi juga karena ia tahu di sampingnya ada seseorang yang siap mendengarkan dan menerima segala hal tentang dirinya.

"Aku ingin kita juga berbicara terbuka, Joon Gi," ucap Sabrina tiba-tiba, memecah keheningan. "Aku ingin kita tidak ada rahasia di antara kita, tidak ada hal yang disembunyikan karena takut disalahpahami. Aku ingin kita membangun hubungan ini dengan dasar kejujuran dan kepercayaan."

Joon Gi duduk di sampingnya, menatapnya dengan tatapan yang tulus. "Aku setuju sepenuhnya. Tidak ada yang perlu disembunyikan. Katakan saja apa yang ada di pikiranmu."

Sabrina menarik napas panjang, lalu mulai bercerita dari hati ke hati. Ia menceritakan masa kecilnya yang sederhana di panti asuhan, bagaimana ia tumbuh dengan perasaan tidak memiliki tempat pulang, hingga keberaniannya merantau ke Korea dengan bekal yang sangat terbatas. Ia menceritakan perjuangannya sebagai asisten magang yang sering diremehkan, bagaimana Yong Junhyung hadir dalam hidupnya dan perlindungan diam-diam yang diberikan pria itu, hingga perasaannya yang bercampur antara terima kasih dan rasa sayang.

"Aku tidak ingin kau salah paham," lanjut Sabrina, suaranya lembut namun tegas. "Rasa hormat dan terima kasihku padanya tidak akan pernah hilang. Dia telah menjadi bagian penting dalam perjalananku. Tapi aku menyadari bahwa cinta yang aku butuhkan adalah yang bisa berjalan beriringan, yang bisa diakui oleh dunia, dan yang membuatku merasa bebas menjadi diriku sendiri. Dan itu yang aku temukan padamu."

Joon Gi mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali mengangguk mengerti. Setelah Sabrina selesai bercerita, ia meraih kedua tangan wanita itu dan menggenggamnya erat.

"Terima kasih sudah bercerita semuanya padaku. Aku menghargai kejujuranmu. Aku tidak memintamu untuk melupakan masa lalumu atau orang-orang yang telah berjasa padamu. Justru, aku menghormati itu karena itu adalah bagian dari dirimu yang membuatmu menjadi wanita yang kuat seperti sekarang."

Ia menatap mata Sabrina dengan dalam, melanjutkan dengan suara yang penuh keyakinan:

Lihat selengkapnya