Jejak cinta di Seoul

Maghfira Izani
Chapter #27

Epilog

Dua tahun telah berlalu sejak hari itu.

Seoul kini tampak sama seperti biasanya—gedung-gedung tinggi yang menjulang, lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di malam hari, dan hiruk-pikuk kehidupan yang tak pernah berhenti. Namun bagi Sabrina, kota ini tidak lagi terasa asing atau menakutkan seperti saat ia pertama kali menginjakkan kakinya bertahun-tahun lalu. Kini, Seoul adalah rumahnya.

Kafe Nusantara Taste yang dulu hanya berupa ruangan kecil kini berkembang menjadi tempat yang dikenal banyak orang. Cabang di Gangnam selalu ramai dikunjungi, tidak hanya oleh warga Korea yang penasaran dengan cita rasa Indonesia, tapi juga oleh para perantau seperti dirinya yang merindukan masakan kampung halaman. Kang Tae Jun dan Park Ji Woo masih setia bekerja bersamanya, menjadi rekan kerja sekaligus sahabat yang selalu ada dalam suka dan duka.

Hubungannya dengan Lee Joon Gi berjalan dengan tenang dan penuh kehangatan. Seperti yang dijanjikannya, Joon Gi tidak pernah menyembunyikan hubungan mereka. Perlahan namun pasti, publik mulai menerima kehadiran wanita asing di sisi aktor ternama itu. Ibu Joon Gi, Lee Soo Jin, sering berkunjung ke kafe, menyukai masakan Sabrina dan memperlakukannya seperti anak kandung sendiri. Kakak Joon Gi, Lee Hae Won, juga selalu memberikan dukungan dan nasihat sebagai kakak yang bijaksana. Bahkan Choi Min Seo, manajer Joon Gi, kini sudah terbiasa dan sering membantu mengatur jadwal agar mereka bisa meluangkan waktu bersama.

Sabrina juga sempat pulang ke Pekalongan beberapa kali. Ia bertemu Bu Hartati, pengasuh panti asuhan yang telah membesarkannya, serta teman-teman lamanya Raka dan Siti. Mereka bangga melihat perubahan besar yang terjadi pada dirinya. Di tanah kelahirannya, Sabrina merasa akar dirinya tetap kuat, dan itu membuatnya semakin percaya diri menjalani hidup di Korea.

Namun, perjalanan ini tidak berarti melupakan masa lalu.

Lihat selengkapnya