Jejak Garuda Di Wageningen

Adam Nazar Yasin
Chapter #12

Tawaran Menarik

Di sela waktu kosong, Arya dan Rachel kembali untuk membeli roti Sourdough di toko bakery V.O.F. Bakkerij Stroop. Kali ini, mereka berdua mengajak Juna, Marcel, dan Shinta. Kebetulan sekali mereka semua sedang dalam waktu luang juga. Sebuah momentum yang langka, mengingat Rachel dan ketiga temannya sudah menuju tahap akhir kuliah.

“Ah ini dia!” ucap Arya saat menerima roti pesanannya. Dia langsung memotongnya separuh, menyimpan sebagian untuk di asrama.

Juna nyeletuk ringan, “Gue pulang ke Indonesia, bikin toko roti ini kali yah. Belum ada banyak loh. Apalagi di Bekasi.”

Mendengar itu, Marcel merespon dengan pesimis, “Pikir ulang lagi dah Jun. Produk gini gak bakal bisa bersaing.”

Juna mengerungkan dahi dan matanya, lalu menatap Marcel. “Lah, apa dasarnya?”

“Bakal kalah dong sama tukang nasi uduk atau lontong sayur. Gimana sih,” jawab Marcel. Semua tertawa kecil mendengar perbandingan itu.

“Yee, buka sampai malam dong. Bukan buat sarapan doang. Kan kita juga belinya siang bolong gini,”

“Yo wis, semoga beruntung yah.” tutup Marcel sambil tersenyum. Lalu Shinta melerai obrolan asal itu, “Haha, udah hayu balik ah. Kita balap balik ke kampus.”

Melihat Arya yang sudah selesai, Rachel menyapanya, “Yuk Ar, ada kelas sore kan?”

“Ah iya, ayo!” Arya berdiri dan bergegas merapihkan tas dan jaketnya.

Saat hendak sampai ke parkiran, seseorang memanggil mereka dari belakang. Suaranya nampak familiar di telinga mereka. Seorang pria tua yang nampaknya baru saja mereka temui beberapa waktu lalu.

“Rachel!” teriaknya. Dan benar saja, itu. Mr. Joe. Semua menoleh, meski hanya Rachel yang dipanggil.

“Oh hai, Mr.Joe. What are you doing here?”

“As usual, just enjoying a stroll around the area. But, it seems I'm very lucky to have met you here.” jelasnya.

“Lucky? why?”

“So I don't have to look for you guys on campus. I want to offer something, especially to Arya.”

Mendengar namanya, Arya kaget bukan main. “Me?”

“Right. Remembering that you are still new among them.” Juna, Shinta, dan Marcel saling melirik satu sama lain. Mereka menunggu apa yang akan Mr. Joe katakan selanjutnya.

“As I mentioned before when you visited the livestock area, I want to develop a dairy product that will be managed by a new company. Would you like to join me in helping me develop it? Especially since you're majoring in environmental science, you'd be perfect for providing ideas on managing the environment around your production site to ensure it's sustainable.”

Mendengar hal itu, Arya terkejut. Yang lainnya menatapnya sambil tersenyum.

“Really? Why not offer it to others, sir?” tanya Arya.

Mr. Joe menghela nafas, “The others are about to graduate. They've also already interned elsewhere. I heard about you guys from Rachel. If you're interested, this is perfect for those of you who need a work program or internship next year. So you don't have to look elsewhere. What do you think?”

Mendengar penjelasan itu, nampak ada benarnya juga. Tahun depan pasti diharuskan berada pada sebuah perusahaan. Tentu berkaca pada mereka semua. Tapi, Arya teringat Indonesia. khawatir dia diperlukan untuk kembali dan sudah dibuatkan tempat untuk bekerja dan mengabdi.

“Can I give you the answer later?” tanya Arya.

Mr. Joe tersenyum, “Of course. Please think carefully…”

“Thank you for the offer sir,” ucap Arya.

“You're welcome. You have to go back to campus, right?”

That's right. Some of us have afternoon classes.” Lalu semuanya bersalaman satu sama lain.

Lihat selengkapnya