JEJAK LANGKAH DIATAS RODA

Muhammad Frengky S
Chapter #2

BAB 2: Sunyi di Balik Dinding Kamar

Tahun-tahun pertama setelah kecelakaan adalah fase paling kelam dalam hidup Bagas. Ada masa-masa di mana ia merasa menjadi beban emosional dan fisik yang berat bagi keluarganya, terutama sang ibu, Sri Wahyuni, yang rambutnya kian memutih dimakan usia. Bagas kerap mengurung diri di dalam kamar selama berminggu-minggu, menolak makan, dan membiarkan amarah serta keputusasaan menggerogoti jiwanya.

​Bukan hanya keterbatasan fisik yang menyiksa, melainkan juga beban sosial yang harus ia pikul setiap kali berpapasan dengan tetangga. Pandangan belas kasih yang berlebihan, bisik-bisik iba di belakang punggungnya, atau pertanyaan-pertanyaan bernada meragukan kemampuan fisik saat ia mencoba melamar pekerjaan di berbagai pabrik garmen lokal, membuatnya merasa harga dirinya sebagai seorang laki-laki telah runtuh berkeping-keping.


​Rumah yang tadinya terasa hangat kini berubah menjadi sangkar sunyi. Di malam hari, ketika rasa sakit di bagian saraf kakinya sering kali kambuh, Bagas hanya bisa menggigit bibir bawahnya rapat-rapat agar tidak membangunkan ibunya yang tertidur lelah di kamar sebelah.

Lihat selengkapnya