JEJAK LANGKAH DIATAS RODA

Muhammad Frengky S
Chapter #13

BAB 13: Ketika Badai Datang Menghantam Desa

Tahun demi tahun berjalan dengan penuh kehangatan di bawah naungan atap rumah Bagas. Rumah Jahit Roda Mandiri kini telah meluluskan belasan anak muda terampil, beberapa di antaranya bahkan telah mendirikan usaha jahit mandiri di desa masing-masing, sementara sisanya tetap bekerja sama dengan Bagas untuk memenuhi pesanan yang kian hari kian meluas hingga luar kabupaten.

​Namun, hidup tidak pernah selamanya berjalan tanpa badai.

​Menjelang akhir tahun, ketika musim penghujan datang lebih awal dengan intensitas yang tidak biasa, bencana alam melanda wilayah kecamatan mereka. Hujan deras yang turun tanpa henti selama tiga hari tiga malam membuat sungai utama di perbatasan desa meluap dengan cepat. Air bah yang membawa lumpur tebal menerjang pemukiman penduduk di dataran rendah, termasuk kawasan tempat tinggal Bagas.

​Malam itu, air bah merangsek masuk ke dalam rumah dengan cepat. Dalam waktu kurang dari satu jam, genangan air berwarna cokelat pekat telah mencapai tinggi mata kaki di dalam ruang tamu.

​Rian, yang malam itu sedang menginap di rumah Bagas untuk membantu menyelesaikan pesanan mendesak, langsung terbangun dan berteriak panik.


Lihat selengkapnya