CHAPTER 23
"Tidak semua pengawas mengenakan seragam atau berdiri di depan kamera. Ada yang memilih bersembunyi di balik bayangan, menunggu saat yang tepat untuk membuatmu sadar bahwa kau tidak pernah benar-benar sendirian."
Hujan tipis membasahi kawasan University College London sejak dini hari.
Butiran air memantul pelan di permukaan jalan berbatu yang menghubungkan gedung-gedung fakultas. Langit masih diselimuti awan kelabu ketika para mahasiswa mulai memenuhi area kampus dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya, berlindung di balik payung atau jaket tebal.
Di antara keramaian itu, Kael berjalan sendirian. Ransel hitam tergantung di bahunya, sementara ponselnya masih berada dalam genggaman. Tatapannya kembali tertuju pada pesan anonim yang diterimanya semalam.
If you want to find Kai, come alone.
Pesan itu belum ia balas. Bahkan... Belum ia ceritakan kepada siapa pun.
"Apa ini jebakan... atau petunjuk yang benar?" gumamnya pelan.
Ia mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya mengunci layar ponselnya.
Untuk sementara...
Ia memutuskan menyimpan semuanya sendiri. Tak jauh dari sana, di dalam Innovation Hub, Lucas dan Celeste sudah lebih dulu tiba. KemudianLucas menatap jam dinding.
"Kael belum datang?"
Celeste menggeleng.
"Biasanya dia yang paling awal."
"Tumben."
Belum sempat percakapan mereka berlanjut, pintu ruang kerja terbuka.
Kael masuk.
"Pagi."
"Pagi."
Lucas langsung menyadari sesuatu.
"Lo kurang tidur?"
Kael tersenyum tipis.
"Kelihatan ya?"
"Banget."
Celeste menutup laptopnya.
"Semalam begadang lagi?"
Kael hanya mengangguk pelan. Ia memilih duduk tanpa banyak bicara. Beberapa menit kemudian... Pintu kembali terbuka.
Elara masuk.
"Morning."
"Pagi."
Semua membalas sapaannya.
Kecuali...
Kael.
Bukan karena sengaja. Melainkan karena ia sedang menatap layar laptop. Elara memperhatikan itu sesaat. Lalu memilih duduk di kursinya. Tak ada senyum. Tak ada sapaan seperti biasanya. Lucas dan Celeste saling bertukar pandang. Mereka bisa merasakan suasana yang berbeda.
"Okay."
Lucas mencoba mencairkan suasana.
"Hari ini kita fokus brainstorming fitur utama."
Celeste mengangguk.
"Kita harus mulai menyusun prototype."
Kael membuka file presentasi.
"Mulai aja."
Elara hanya mengangguk pelan. Jawabannya singkat dan terlihat profesional. Namun terasa begitu jauh.
Diskusi berlangsung hampir satu jam. Semua berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja... Tak ada lagi candaan kecil dari Elara. Tak ada lagi debat ringan antara dirinya dan Kael. Yang tersisa hanyalah percakapan seperlunya. Lucas beberapa kali mencoba menghidupkan suasana. Namun hasilnya tetap sama.
Di sisi lain kampus...
Claire baru saja memasuki Laboratorium Digital Forensik. Flashdisk yang ditemukan di museum semalam kini berada di atas meja kerja. Ia memasang sarung tangan tipis.
"Oke..."
"Let's see what you're hiding."
Monitor mulai menyala. Beberapa folder muncul. Sebagian besar kosong. Sebagian lainnya rusak.
Claire mengernyit.
"Seseorang sengaja menghapus hampir semuanya."
Ia menjalankan perangkat pemulihan data.
Loading... Loading... Loading...
Lalu...
Satu file video berhasil dipulihkan. Nama filenya hanya terdiri dari tiga karakter.
K-17
Claire langsung membukanya. Layar sempat dipenuhi noise. Kemudian gambar perlahan muncul. Rekaman CCTV.
Tanggalnya...
15 tahun yang lalu.
Claire membeku.
"Wait..."
Di layar terlihat koridor bawah tanah museum. Beberapa ilmuwan berlarian. Suasana kacau. Lalu... Seorang pria muda muncul di sudut kamera. Ia mengenakan jas laboratorium putih. Wajahnya masih buram. Namun ketika pria itu menoleh... Claire spontan berdiri.
"Itu..."
Sebelum wajah pria tersebut terlihat jelas... Rekaman mendadak terputus. Monitor berubah hitam. Lalu muncul satu kalimat berwarna merah.
UNAUTHORIZED ACCESS DETECTED
Claire menahan napas.
"Impossible..."
Komputernya belum pernah terhubung ke internet. Lalu...
Bagaimana mungkin ada yang mengetahui ia membuka file itu?
Belum sempat ia berpikir lebih jauh...
Seluruh lampu laboratorium tiba-tiba padam.
Brak!
Pintu ruangan menutup sendiri. Ruangan berubah gelap gulita. Claire refleks mengambil senter kecil dari tasnya.
"Who's there?"