CHAPTER 31
"Kerja keras selalu sunyi. Yang terdengar oleh dunia hanyalah hasilnya."
Pagi itu, kawasan University College London tampak jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasanya.
Spanduk bertuliskan Innovation Open Day terbentang di sepanjang jalur utama kampus. Berbagai stan mulai berdiri memenuhi halaman Innovation Hub. Mahasiswa dari berbagai fakultas sibuk menata prototype, memasang banner, hingga melakukan uji coba terakhir sebelum acara resmi dibuka.
Suasana yang biasanya dipenuhi diskusi kini berubah menjadi lautan antusiasme.
Tawa, percakapan, dan langkah kaki para peserta berpadu menjadi satu, menghadirkan atmosfer kompetisi yang hidup namun tetap hangat.
Di sisi timur Innovation Hub....
Team Alpha baru saja tiba.
Kael mengamati area booth yang telah disiapkan panitia.
"Okey... kita punya waktu sekitar satu jam sebelum pengunjung mulai masuk."
Lucas langsung membuka daftar pekerjaan di tabletnya.
"Aku sama Celeste pasang banner."
"Elara, kamu cek formulir evaluasi."
"Kael, prototype terakhir."
Aurora mengangkat kamera yang menggantung di lehernya.
"Kalau aku.... "
"... mulai dokumentasi."
Alexander yang membawa dua kardus perlengkapan langsung mengeluh.
"Buset.... baru juga datang udah disuruh angkat-angkat aja wkwk."
Claire meliriknya sambil tersenyum tipis.
"Kan kamu orangnya sukarela buat bantu orang lain."
Alexander langsung menunjuk dirinya sendiri.
"Aku tertipu sama kalimat 'bantu bentar'."
Ethan menepuk bahunya pelan.
"Udah. Anggap aja ini latihan gym wkwk."
Alexander menghela napas dramatis.
"Temenan sama kalian.... "
"... umur kayaknya berkurang lima tahun."
Semua langsung tertawa.
Beberapa menit kemudian....
Booth Team Alpha mulai terbentuk. Banner besar berdiri di bagian belakang. Di tengah meja utama, sebuah layar sentuh menampilkan prototype aplikasi yang telah mereka kembangkan selama berminggu-minggu.
Di sisi kanan, Aurora menata beberapa foto proses pengembangan proyek menjadi sebuah panel cerita. Foto saat brainstorming. Foto ketika prototype pertama gagal. Foto saat mereka lembur hingga malam. Foto saat Progress Evaluation. Semua disusun membentuk sebuah perjalanan.
Celeste memperhatikan panel itu.
"Loh.... "
"Aku baru sadar."
Aurora menoleh.
"Kenapa?"
"Kita ternyata udah sejauh ini."
Aurora ikut melihat panel tersebut.
"Iya."
"Kadang kita terlalu sibuk jalan.... "
"... sampai lupa pernah mulai dari mana."
Celeste tersenyum kecil.
"Makasih."
Aurora mengernyit.
"Buat apa?"
"Udah bikin perjalanan ini kelihatan hidup."
Aurora hanya membalas dengan senyum tipis.
Tak lama kemudian....
Panitia mengumumkan bahwa seluruh booth sudah boleh menerima pengunjung.
Dalam hitungan menit....
Koridor Innovation Hub dipenuhi mahasiswa, dosen, peneliti, hingga tamu dari berbagai institusi.
Beberapa orang mulai mendatangi booth Team Alpha.
"Permisi ka.... "
"Boleh aku coba aplikasinya?"