Jejak sang Petarung: Warisan Macan Hitam

yooajh
Chapter #1

#1 Kehidupan yang Tenang

Udara pagi terasa sejuk. Matahari mulai menampakkan cahayanya, menyapu embun yang masih menggantung di dedaunan. Di sebuah rumah sederhana yang terletak di tepi hutan, seorang pria berambut putih duduk di beranda, menikmati secangkir teh hangat. Matanya menatap ke kejauhan, seolah mencari sesuatu di balik kabut pagi yang perlahan menghilang.


Tak jauh darinya, seorang wanita berambut panjang tengah mengayun seorang anak kecil dalam gendongannya. Senyumnya lembut, penuh kehangatan yang hanya bisa dirasakan oleh seorang ibu kepada anaknya.


“Arkana tidur lagi,” ujar wanita itu dengan suara pelan, takut membangunkan bayi dalam pelukannya.


Pria itu—Ryo, yang dulu dikenal sebagai Si Macan Hitam—menoleh dan tersenyum tipis. “Dia mirip sekali denganmu,” gumamnya.


Wanita itu, Sasa, tertawa kecil. “Benarkah? Kukira dia lebih mirip denganmu, terutama tatapan matanya.”


Ryo tidak menjawab. Ia kembali menyesap tehnya, membiarkan kehangatan menyelimuti tenggorokannya. Sudah lama sejak ia merasakan kedamaian seperti ini. Bertahun-tahun ia hidup di tengah pertempuran, dikelilingi oleh darah dan kematian. Kini, segalanya terasa berbeda.


Namun, di sudut hatinya, ia tahu bahwa ketenangan ini tidak akan bertahan selamanya.


“Apa yang kau pikirkan?” tanya Sasa, menatapnya dengan penuh perhatian.


Lihat selengkapnya