Jejak sang Petarung: Warisan Macan Hitam

yooajh
Chapter #2

#2 Bayangan yang Tak Pernah Padam

Langkah kakinya terhenti di depan gerbang desa yang hampir runtuh. Sisa-sisa pertempuran masih terlihat jelas—tanah yang berlumuran darah, bangunan yang terbakar, dan aroma kematian yang belum sepenuhnya menghilang. Angin malam bertiup, membawa suara-suara samar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar pergi.


Sasa berdiri di sampingnya, matanya menelusuri pemandangan yang penuh kehancuran itu dengan ekspresi yang sulit diartikan. “Tempat ini…” suaranya lirih, nyaris tenggelam dalam suara angin.


Ryo mengangguk pelan. “Ya. Ini tempat di mana semuanya dimulai.”


Kilatan kenangan menghantamnya seketika—teriakan, dentingan senjata yang bertubrukan, dan tatapan penuh dendam yang pernah ia hadapi. Namun, di antara semua itu, ada satu hal yang tetap sama… bayangan yang terus mengikutinya, seolah enggan melepaskan cengkeramannya dari masa lalu.


Sasa menoleh padanya, sorot matanya tajam. “Kau yakin ingin ada di sini lagi?”


Ryo terdiam. Jawabannya sudah jelas, tapi mengucapkannya terasa lebih sulit daripada yang ia kira. “Aku tidak bisa menghindarinya selamanya,” katanya akhirnya.


Sasa menarik napas dalam, sebelum akhirnya melangkah lebih dekat. “Kalau begitu, kita hadapi bersama.”


Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari balik reruntuhan. Ryo dan Sasa langsung bersiaga, tangan mereka bergerak ke gagang senjata secara naluriah. Dalam keheningan yang mencekam, dua sosok muncul dari bayangan, langkah mereka tenang namun membawa aura yang tidak bisa diabaikan.


Seorang pemuda dengan rambut hitam sebahu berjalan lebih dulu, diikuti oleh seorang gadis berambut pendek yang sorot matanya penuh kehati-hatian.


Lihat selengkapnya