JEJE BOSSY BOSS

Lady R
Chapter #6

Birthday Cake

Malam di kediaman keluarga Arkana. Suasana di kediaman keluarga itu terasa begitu sunyi, tetapi tidak di ruang keluarga. Jeremy mendudukkan diri di sofa, bersandar santai dengan sorot mata yang berbinar penuh kegembiraan. Rasa kagum yang tak tertutupi terpancar jelas dari senyumnya yang merekah begitu dalam.

Pikirannya melayang, dipenuhi rasa hangat dan antusiasme yang asing. Sesekali, wajahnya menegang oleh rasa haru saat ia menatap benda persegi panjang berdimensi tipis, berwarna hitam di genggamannya.

Di layar ponsel itu, sebuah rekaman video berputar, menampilkan interaksi antara sang ibu dan staf kantor yang sangat ia benci—staf yang belum lama ini menyebabkan kerugian besar bagi perusahaannya. Siapa lagi kalau bukan Abell, si gadis polos pembuat ulah di mata Jeremy.

"Apa yang membuatmu tersenyum dengan mata berbinar seperti itu, Je?"

Suara sang ibu mengagetkannya. Wanita itu sudah duduk di sofa sebelah, menyelidik dengan condong ke arah ponsel sang anak.

Dengan gesit, Jeremy mematikan layar ponselnya dan menaruh benda itu di atas meja. "Ah... hanya pekerjaan, Ma. Kenapa Mama belum tidur?" Ia berusaha menetralkan ekspresinya menjadi senyum biasa saja, seolah tidak ingin tertangkap basah.

"Mama mau memastikanmu tidur duluan, Nak. Kamu selalu saja larut dengan pekerjaan, pekerjaan, dan pekerjaan. Kalau kamu jatuh sakit, siapa yang akan merawatku nanti?" Ledek wanita itu sambil sedikit mencemberutkan bibirnya.

Jeremy mengalah. Ia merangkul tubuh mungil wanita itu dengan hangat. "Iya, iya. Baiklah, aku akan langsung tidur, Ma. Good night, Mama." Ia melepaskan pelukan itu dengan lembut.

"Good night, anak Mama." Wanita itu berdiri, mengecup kening putra kesayangannya itu. Sejak kepergian sang ayah tiga tahun lalu akibat kecelakaan maut, kediaman ini kini hanya dihuni oleh mereka berdua.

Di kamarnya yang bernuansa serba hitam, Jeremy berganti pakaian dengan piama kotak-kotak hitam-putih kesayangannya—piama yang sama persis dengan yang dulu sering dipakai papanya. Ia membaringkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang, memijat keningnya pelan karena kantuk yang mulai menyerang.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari sang ibu.

Mama: Mama tahu sesuatu, Je. Hihihi....

Jeremy: Tahu apa, Ma? Jangan terkikik seperti itu, Mama membuatku merinding saja.

Mama: Mama tahu, tadi kamu sedang melihat rekaman video Mama dan stafmu, Abell, kan? Gadis yang mengantarkan clucth bag hitam jelekmu itu.

Jeremy: Sepertinya Mama salah lihat.

Mama: Perut Mama yang sakit, Jeremy, bukan mata Mama kalau kamu lupa.

Lihat selengkapnya