JEJE BOSSY BOSS

Lady R
Chapter #8

Ubi Manis

Abell kembali mendekati sosok pria di taman itu. Hari ini, sang pria mengenakan pakaian kasual—kaos dan celana serba hitam, lengkap dengan masker dan topi berwarna senada. Sangat berkarisma dan begitu menyukai warna hitam.

Gadis itu mengarahkan pandangannya ke benda yang berada di pangkuan sang pria. Kini ia berdiri tepat di hadapannya.

"Sekotak besar ubi manis... Ya ampun. Aku tidak mau bangun dari mimpi ini. Ini adalah makanan surgawiku," bisik Abell pelan, nyaris menangis karena terharu.

Tangan mungilnya terulur meraih makanan di pangkuan si pria. Pergerakannya sangat hati-hati dan lembut, khawatir pria itu terbangun karena sudah dua kali ia lolos sebelumnya.

Namun dugaannya meleset.

"Hei... pencuri!" seru pria itu cepat, langsung menangkap pergelangan tangan Abell dengan tatapan tajam.

Abell langsung gemetar ketakutan karena tertangkap basah. "Maafkan aku, Paman... Maafkan aku," racunya memelas, sementara tangan kirinya berusaha melepaskan cengkeraman kuat pada tangan kanannya.

Pria itu hanya terdiam. Ia mendekatkan wajahnya perlahan ke arah Abell. Gadis itu menelan ludah dengan kasar. Kini, jarak wajah mereka hanya terpaut lima sentimeter. Abell bahkan bisa mendengarkan embusan napas pria itu. Tanpa melepaskan pandangan maupun pegangannya, perlahan pria tersebut membuka masker hitam yang menutupi wajahnya.

"Aaa... Bosss! Tidak... Tidak...!"

Abell berteriak histeris dengan mata terpejam, lalu melempar asal selimut dan bantal yang menutupi tubuhnya.

"Hah... hah... hah..."

Lihat selengkapnya