JEJE BOSSY BOSS

Lady R
Chapter #10

Sup Seolleongtang

"Ayo makan Sup Seolleongtang," seru Bima, mengajak rekan-rekan sekerjanya untuk makan siang di luar kantor.

"Kalian duluan saja ya, Bima. Aku masih ada sedikit pekerjaan lagi. Lagian, tadi Tiara sudah membawakan bekal untukku," tolak Abell ramah.

Lalu mereka bertiga turun menuju tempat makan terdekat. Namun saaat di area lobi, Aaron melangkah dengan wajah gusar. "Bima, Kak Rhea, aku harus ke atas sebentar. Dompetku ketinggalan. Pesankan saja supnya untukku, aku akan segera menyusul!" ujarnya terburu-buru.

Abell berjalan menuju pantri dengan membawa sekotak bekal di tangannya. Ruangan itu tampak lengang dan sepi.

Ah... lelah sekali hari ini. Aku butuh kopi," gumamnya sambil memijat keningnya yang terasa penat. Ia lantas menyeduh kopi bubuk yang tersedia di rak.

Tiba-tiba, sebuah tangan terulur melewati bahu kanannya, mengarahkan gelas ke tempat dispenser air panas. Dari jam tangan mewah bermerek Vacheron Constantin yang melingkar di pergelangan tangan itu, Abell langsung tahu siapa pemiliknya.

Tidak, kali ini aku tidak boleh menunjukkan rasa canggung di depannya. Cukup, Abell, please be professional. Laki-laki sudah terbiasa melakukan hal seperti itu walau tanpa cinta, batinnya menanamkan tekad.

Ia berbalik dan berusaha berbicara dengan nada senormal mungkin.

Abell lantas duduk di kursi pantri dan menyeruput kopinya santai sambil menatap ke arah bosnya itu.

"Ehm, Bos kenapa tidak mengambil air dari ruangan sendiri? Atau... Bos butuh sesuatu?" selidiknya.

Jeremy menggeleng pelan, lalu tersenyum tipis.

Ah... manisnya pria ini. Aku mau dia. Eh, bodoh, sadar! hati kecil Abell berteriak kalang kabut.

Lihat selengkapnya