JEJE BOSSY BOSS

Lady R
Chapter #12

Not Right Now, Papa

Abell menempelkan telapak tangannya di kening sang wanita paruh baya itu.

"Syukurlah demamnya sudah turun," gumamnya pelan. Ia lantas membereskan kompres handuk serta beberapa mangkuk yang berserakan di kamar tersebut. Rasa lelah membuat Abell akhirnya terduduk dan terlelap begitu saja di samping ranjang.

Sekitar pukul sembilan malam, wanita itu terbangun. Dengan susah payah, ia mendudukkan tubuhnya yang masih lemas, lalu tersenyum menatap Abell yang tertidur pulas di sisi ranjang. Dengan gerakan lembut, ia mengelus pucuk kepala gadis itu. "Kamu pasti sangat lelah, Nak."

Ia turun dari pembaringan dan berjalan gontai menuju lantai bawah. Mengambil segelas air hangat, ia meminumnya sedikit demi sedikit sambil duduk di sofa. Matanya menerawang jauh, diiringi helaan napas panjang yang sarat akan beban.

Beberapa saat kemudian, langkah kaki Jeremy terdengar mendekat. Pria itu baru saja tiba di rumah setelah seharian bekerja. Melihat sang ibu, Jeremy langsung menghambur dan memeluk wanita itu erat-erat—satu-satunya sosok paling berharga yang ia miliki di dunia ini. Ibunya tersenyum lemah dan tampak pucat.

Jeremy lantas merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya, disambut elusan hangat di rambutnya. Ia membenamkan wajahnya di perut wanita itu.

Tak lama kemudian, wanita itu dapat merasakan tubuh putranya bergetar hebat. Jeremy sedang terisak, namun terlalu gengsi untuk menunjukkan air matanya secara terang-terangan. Mata wanita itu pun mendadak basah oleh bulir-bulir bening yang siap tumpah.

Lihat selengkapnya