Di sebuah taman yang asri, Jeremy tampak duduk berseri-seri. Ia memegang banyak lolipop, permen kapas, beberapa batang cokelat, dan seikat bunga mawar putih segar. Sesekali ia melirik jam tangannya, tak sabar menanti seseorang.
Tak lama kemudian, seorang wanita berparas jelita mengenakan topi bundar dan gaun putih selutut mendekatinya dengan senyum cerah. Kesempurnaannya tidak luntur sedikit pun dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Melihat kedatangan sang pujaan hati, Jeremy bergegas bangkit. Ia meletakkan bawaannya sejenak di atas kursi, lalu merentangkan tangan menyambut wanita itu dengan binar bahagia di matanya dan lesung pipi yang tercetak jelas.
Mereka berpelukan sangat lama. Dua insan yang begitu serasi.
"Aku tahu kamu pasti datang karena tidak tahan melihat godaan makanan manis kesukaanmu ini. Ambillah, semua ini untukmu, Sayang," ucap Jeremy setelah melepas pelukan, menyodorkan sekotak camilan manis dan bunga mawar putih.
Dengan mata berkaca-kaca penuh haru, sang wanita menangkup kedua pipi Jeremy. "Jeje... You are the best. I love you to the moon and back." Ia mengecup bibir Jeremy berkali-kali dengan penuh kasih.
Jeremy menatap lekat ke dalam iris mata wanita itu. "Are you fine now?"
Wanita cantik itu mengangguk mantap. "Really fine and happy. Aku bahkan sudah tidak sabar memakan semua makanan manis ini."
"That sounds great. Sayang, hampir setiap hari aku menunggumu di taman ini. Aku hanya ingin berjumpa terakhir kalinya denganmu. Maaf aku tidak ada di sana. Maaf aku tidak tahu semuanya, dan maaf aku tidak bisa berada di sampingmu saat kamu berjuang di ambang batas kemampuanmu. Maafkan aku," tutur Jeremy tulus, mencurahkan segala isi hatinya kepada Kayla.
Ia sudah menunggu momen ini selama hampir satu tahun. Berharap Kayla sudi mampir ke dalam mimpinya, membawakan kerinduan yang mendalam.