Abell tidak dapat menyembunyikan hatinya yang sedang berbunga-bunga. Senyum manis di bibirnya tak kuasa ia kendalikan. Nanti, jika Tiara bertanya mengapa ia memutuskan kembali bekerja, ia sudah menyiapkan segudang alasan.
Aku akan bilang kalau aku ingin menabung gaji beberapa bulan ini sebagai modal mencari kerja berikutnya. Sangat tidak mungkin kan kalau Tiara terus-menerus membiayai hidupku selama aku menganggur? Hihihi... Alasan yang keren dan masuk akal! pikirnya bangga.
Ia melangkah memasuki gedung perusahaan, lalu menekan tombol lift. Di dalam sana, sudah ada Aaron dan Bima yang masing-masing memegang ujung plastik berisi beberapa kotak susu—Aaron dengan tangan kanannya, Bima dengan tangan kirinya.
Kerja sama yang begitu kompak, yang sebenarnya hanyalah wujud dari saling mengelak siapa yang harus membawa plastik tersebut.
"Pagi, Kak Abell," sapa Aaron dan Bima kompak.
"Hey, pagi," balas Abell dengan senyum cerahnya.
Abell masuk dan berdiri tepat di depan Aaron. Tak lama kemudian, ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk.
Bossy Boss : Selamat Pagi, Sayang. Selamat bekerja. XOXO
Abell menunduk, mengetik pesan balasan sambil tersenyum-senyum sendiri.
Di belakangnya, Aaron yang dilanda rasa penasaran setengah mati sengaja berjinjit untuk mengintip layar ponsel Abell. Jangan salahkan Aaron, ia hanya terlalu penasaran melihat Abell senyum-senyum sendiri pagi-pagi begini.
Setelah membaca pesan masuk dan memastikan foto profil si pengirim, Aaron reflek menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. Akibatnya, pegangan pada plastik susu terlepas, membuat beberapa kotak susu berhamburan ke lantai.
Bima, yang batas kesabarannya memang setipis tisu, langsung menoyor kepala Aaron gemas. "Kenapa dilepas, sih?! Bodoh sekali!" gerutunya sambil memunguti kotak susu yang berserakan. "Pegang!" perintah Bima galak menyodorkan ujung plastik itu lagi. Dengan wajah gusar, Aaron kembali menerimanya.
Sementara itu, Abell yang sedang kasmaran sama sekali tidak terusik oleh kegaduhan di belakangnya. Du du du… hatinya bersenandung riang.
Rhea sedang dinas luar menemui klien, jadi hari itu hanya ada mereka bertiga di ruangan staf. Bima mulai sibuk mengotak-atik komputer kerjanya, begitu pula dengan Abell yang dihadapkan pada tumpukan pekerjaan setelah dua hari absen akibat drama resign kemarin. Meski begitu, ia tetap bersemangat sambil mengulum permen bertangkai rasa cokelat stroberi.
Di sisi lain, Aaron menatap layar komputernya dengan tatapan kosong. Sesekali ia melirik ke arah Abell yang sibuk mengetik. Rasa penasarannya sudah mencapai ubun-ubun. Ia tak tahan lagi, lalu mengetik sesuatu di komputer kantor yang jaringannya terhubung dengan Abell.