JEJE BOSSY BOSS

Lady R
Chapter #16

Dua Sama

Keesokan paginya, Bima dan Aaron sibuk mempersiapkan diri untuk rapat kecil. Tidak boleh ada celah; mereka harus tampil sempurna di hadapan sang bos.

Di ruang rapat dengan meja persegi panjang, Jeremy duduk berhadapan dengan Tian. Di sisi kiri Jeremy tampak Abell dan Aaron, sementara di sisi kanan duduk Rhea dan Bima yang terlihat terus-terusan merapikan kerah kemejanya karena gugup.

Rapat resmi dimulai. Aaron memaparkan poin-poin penting dari produk terbaru mereka dengan lancar, serta memberikan feedback yang baik atas beberapa pertanyaan yang diajukan.

Namun di tengah presentasinya, Aaron beberapa kali memergoki bosnya mencuri-curi pandang ke arah Abell. Dan setiap kali itu pula, Abell akan tersenyum tersipu malu.

Huh, Aaron jengah. Kalau mau pacaran jangan di ruang rapat, bikin konsentrasiku buyar saja! gerutu Aaron dalam hati.

"Coba ambilkan sampel produk di ruangan saya, Aaron," titah Tian.

"Baik, Pak," balas Aaron sigap, lalu bergegas keluar.

Kini giliran Bima yang maju memaparkan diagram produksi tiga bulan terakhir. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum mulai berbicara.

Beberapa menit kemudian, Aaron kembali ke ruang rapat dengan membawa sampel produk baru di tangannya. Ia berjalan menuju kursinya, namun langkahnya tiba-tiba terhenti sesaat sebelum mencapai tempat duduk. Ia menelan ludah dengan kasar, berusaha menepis rasa canggung yang tiba-tiba melanda, lalu meletakkan sampel itu di meja Tian sebelum duduk.

Lihat selengkapnya