JEJE BOSSY BOSS

Lady R
Chapter #19

Gitar Spanyol

Abell mengaduk-aduk Teh Bunga Rosella di dalam gelasnya terlalu lama. Sudah hari kedua perusahaan digemparkan oleh gosip hangat tentang kembalinya "pacar masa remaja" sang bos dari Polandia. Di pantri, Abell tak sengaja mendengar bisik-bisik para staf lain.

"Kamu tahu kan, mereka berdua itu benar-benar pasangan yang sangat cocok."

"Ah, Anya memang yang terbaik. Coba lihat bentuk tubuhnya, nyaris sempurna bak gitar spanyol!"

Mendengar kalimat itu, Abell reflek melirik dadanya sendiri, lalu menoleh ke belakang untuk melihat bentuk bokongnya di pantulan kaca lemari. Ia kembali mengenang penampilan Anya di kafe kemarin. Jauh, sangat jauh sekali perbandingannya dengan dirinya yang tampil apa adanya. Abell mencibir sedih.

"Bagaikan pangeran dan putri. Kudengar mereka memang sempat berpacaran.”

"Kira-kira kali ini mereka bakal langsung meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan nggak ya? Wah, kalau iya, bakal jadi pesta termewah tahun ini!"

Abell sudah tidak tahan lagi. Ia meneguk sisa teh hangatnya hingga tandas, lalu melangkah keluar dengan hati gerah menuju ruangannya.

Ia mencoba menghubungi nomor Jeremy tiga kali, namun hasilnya nihil—nomor tersebut berada di luar jangkauan. Dengan lesu, ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

Air mataku tidak boleh jatuh. Aku memang bukan siapa-siapa. Bertahanlah, Abell. Kalau dia pria baik-baik, dia tidak akan mempermainkanmu seperti ini. Dan kumohon, jangan gegabah meminta klarifikasi karena rasa cemburu. Itu sangat memalukan. Batin Abell.

Sore harinya, tanpa sadar langkah Abell membawanya melewati kediaman Jeremy. Ia hanya ingin mencari tahu kabar sang bos yang sudah tiga hari menghilang tanpa jejak di kantor.

"Selamat sore, Pak. Apa Bos Jeremy ada di rumah?" tanya Abell ragu-ragu kepada petugas keamanan yang berjaga di gerbang rumah itu.

Lihat selengkapnya