Abell membungkuk, berjalan mengendap-endap di sebuah taman, sambil melirik ke sana kemari. Ia berusaha menghindari seseorang agar keberadaannya tidak ketahuan. Namun, langkahnya terhenti saat tiba-tiba ia merasakan cubitan panas di telinganya. Jemari besar Jeremy menjewer daun telinga itu dengan kuat.
"Awwh... awwhh! Sakit, Bos!" jerit Abell sambil melirik ke arah bosnya yang menatapnya dengan ekspresi datar.
"Mau mencuri apa lagi, ha?" Jeremy melotot tajam.
Abell menggeleng ribut, memasang wajah imut dengan puppy eyes andalannya.
"Mengaku!" perintah Jeremy seraya menaikkan tarikannya sedikit lebih tinggi.
"A... aaa... sakit, Bos! Iya, iya, iyaaa...!" protes Abell kesal.
Jeremy akhirnya melepaskan telinganya. "Kenapa kamu hobi sekali mencuri? Kali ini, makanan pria mana lagi yang mau kamu curi lalu dekati orangnya?"
"Opss... are you jealous now?" ledek Abell.
"Nope," jawab Jeremy singkat, mencibir malas.
Abell mendengus, lalu mendekati Jeremy dan berjinjit. Jeremy tampak kebingungan melihat gelagat aneh gadis di hadapannya itu.