JEJE BOSSY BOSS

Lady R
Chapter #26

Nocturne In E-Flat

Jeremy membukakan pintu mobil untuk Abell, lalu menuntun tangan gadis itu turun dengan hati-hati begitu mereka tiba di tempat tujuan.

Abell berdiri di atas sepatu high heels berwarna krem yang ia kenakan. Ia mendongak, menatap takjub bangunan hotel pencakar langit di hadapannya. " Wah... Hotelnya besar sekali, Bos!” pujinya kagum.

"Sayang, mulai hari ini, biasakan panggil aku dengan nama ya. Oke?" tegur Jeremy lembut sambil menatap manik mata Abell, yang dibalas dengan anggukan malu-malu dari sang gadis.

Jeremy kembali menggenggam erat jemari Abell, menuntunnya melangkah memasuki lobi hotel mewah menuju ballroom utama.

Setibanya di dalam, pemandangan indah langsung menyambut mereka. Dekorasi pintu masuk dipenuhi hamparan bunga segar dengan nuansa warna putih dan perak yang elegan, berpadu sempurna dengan kerlap-kerlip lampu kristal yang memancarkan cahaya gemerlap namun romantis.

Begitu mereka melangkah masuk, sontak seluruh mata tamu undangan tertuju kepada mereka. Jumlah tamu yang hadir tidak terlalu banyak—sepertinya memang hanya dikhususkan untuk keluarga dan kerabat terdekat saja. Kendati demikian, kemewahan dan keeleganan pesta tersebut sama sekali tidak berkurang.

Abell menelan ludah kasar. Ia mendadak salah tingkah, merasa seolah-olah merekalah pusat perhatian utama—bahkan rasanya mirip seperti pengantin yang sedang mengadakan resepsi! Karena gugup luar biasa, ia mempererat genggaman tangannya pada Jeremy.

Menyadari kepanikan sang kekasih, Jeremy menoleh, menatapnya penuh penenang. "Baby... it's okay. Just smile."

Dengan langkah tegap dan gagah, mereka berjalan berdampingan di antara deretan meja tamu yang diiringi senyuman hangat dari para undangan. Kalau bukan karena kehangatan genggaman tangan Jeremy, Abell mungkin sudah memilih kabur atau pingsan di tempat akibat serangan jantung mendadak saking gugupnya.

Langkah mereka terus berlanjut hingga melewati barisan meja dan berhenti tepat di atas panggung pesta. Di sana, seorang pemandu acara atau MC berdiri menyambut mereka dengan senyum ramah.

Hah? Je, berhenti! Kenapa kita harus naik ke panggung? Lidah Abell mendadak keluh, tak sanggup menyuarakan protes di dalam kepalanya yang sudah berdengung hebat.

Apakah Jeremy akan memberikan kata sambutan? Lalu, kenapa aku harus ikut terseret naik ke atas?! batinnya menjerit panik.

Lihat selengkapnya