"Sayang... badanmu panas sekali," kaget Jeremy, buru-buru menempelkan telapak tangannya ke dahi Abell.
"Aku sedang tidak enak badan, Je. Seluruh persendianku sakit. Mungkin karena aku kurang tidur semalam," lirih Abell lemah.
Saat Jeremy memapahnya menuju tempat tidur, tiba-tiba Abell menutup mulutnya. Mual yang hebat mendesak naik. Ia tidak sempat menahannya lagi—muntahannya seketika mengenai lengan kemeja Jeremy.
Jeremy sama sekali tidak jijik; ia justru panik setengah mati sambil memijat-mijat punggung kecil Abell. "Sayang, kamu tidak apa-apa? Kita ke rumah sakit sekarang!"
Abell menggeleng lemah, mencengkeram ujung baju Jeremy. "Jangan ke rumah sakit, Je... Aku cuma ingin tidur, please..."
Jeremy segera membaringkan tubuh Abell, menyelimutinya dengan hati-hati, lalu membersihkan sisa muntahan di lengan bajunya serta lantai kamar.
Ia menyeruput segelas kopi hitam, duduk termenung di sofa sambil meraih ponselnya. Jemarinya sibuk mengetik sesuatu di mesin pencari internet, mencari referensi gejala sakit dan obat yang tepat.
Tanpa sengaja, matanya menangkap sebuah artikel kesehatan yang membahas gejala-gejala medis tertentu.
"What the... uhuk... uhuk!" Jeremy tersedak kopinya sendiri. Ia menarik napas dalam-dalam, dadanya mendadak sesak. Kepalanya berputar hebat, berusaha merunut kembali semua kejadian dan rentetan waktu dalam minggu terakhir.
"Maybe..." bisik Jeremy pada dirinya sendiri. Ia bergegas melesat keluar apartemen.
Kini, Jeremy mondar-mandir mengitari rak-rak di dalam sebuah apotek yang berada tidak jauh dari apartemen Abell. Sesekali ia membaca label berbagai produk kesehatan dengan dahi berkerut, berusaha memahami fungsi tiap kemasan.
Ia melirik waspada ke arah penjaga apotek yang sejak tadi memerhatikan gerak-geriknya dengan curiga. Saat sang penjaga hendak mendekat untuk menawarkan bantuan, Jeremy buru-buru melangkah menjauh sambil pura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ah, sial... Kenapa aku harus merasa begitu salah tingkah hanya untuk membeli benda ini? Fokus, Je! Anggap saja ini untuk istri sahmu! rutuknya dalam hati.