Usia kandungan Abell kini telah memasuki trimester kedua. Banyak sekali suka dan duka yang mereka lalui bersama. Jeremy pun perlahan sudah terbiasa dengan segala tingkah ajaib Abell semasa ngidam.
Meski terkadang rasa jengkel sempat menyerang, perasaan itu seketika menguap begitu melihat wajah lelah sang istri yang harus berjuang dengan perubahan hormon dan bentuk tubuhnya.
Siang itu, Jeremy dan Tian sedang duduk santai menikmati secangkir kopi di kafe langganan mereka. Wajah Jeremy tampak kusam dan kelelahan, namun hal itu sama sekali tidak mengurangi ketampanannya.
Sambil menyeruput kopinya, Jeremy menceritakan berbagai hal konyol yang dilakukan Abell belakangan ini—yang selalu ia turuti dengan senang hati. Tian yang mendengarkan curahan hati sahabatnya itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak, membayangkan betapa serunya lika-liku merawat istri yang sedang hamil besar.
Satu per satu hal lucu dijabarkan oleh Jeremy:
1. Abell yang hanya mau minum susu hamil beraroma buah peach.
2. Abell yang tiba-tiba terobsesi dengan olahan buah peach.
3. Abell merengek minta dibelikan beberapa akuarium lucu.
4. Abell tiba-tiba memohon dibuatkan mesin penetas telur ayam di halaman belakang rumah.
5. Abell menyeret Jeremy ke sebuah penampungan (shelter) anjing dan bersikeras mengadopsi beberapa ekor sekaligus.