JELAGA

Misserasera
Chapter #1

Prolog

“Kenapa Ibu memberiku nama Anggoro Kasih?” tanyaku sore itu

“Sebab jiwamu datang di hari sakral, Nduk! Waktu kelahiranmu ditandai dengan runtuhnya batas tak kasat mata, saat gerbang dunia astral dan dimensi manusia melebur menjadi satu.”

Kata Ibu, aku anak Anggoro Kasih. Titipan dari persimpangan angin. Lahir dengan satu mata untuk melihat dunia, satu mata lagi untuk membaca semesta. Perkataan Ibu tidaklah mengada-ada. Bisa dibilang anak sepertiku adalah anak “dua dunia”. Orang bilang aku aneh karena sering diam. Padahal aku sedang menerjemahkan bisik-bisik yang tidak mereka dengar.

Anak Anggoro Kasih berdiri di antara dunia, gaib dan dunia nyata, wadah atau realitas. Anak sepertiku terlahir sebagai jembatan yang mampu berpijak di bumi manusia, tetapi telinganya selalu mendengarkan bisikan langit.

Aku bukan milik dunia sepenuhnya. Dan dunia ini … tidak pernah benar-benar mau memilikiku.

Sejak kecil aku selalu diikuti hal tak kasat mata yang sulit untuk dijelaskan. Ini berbeda dengan kakak lelaki yang makin hari makin tenggelam dalam depresinya. Malam perampokan itu menyisakan jelaga yang amat panjang yang menaungi rumah kami bertahun-tahun kemudian.

Hancurnya sebuah rumah untuk menjadi penopang dan tempat perlindungan bagi anak-anak dalam keluarga.

Lihat selengkapnya